Mengapa DPRD Kalsel Uji Komparasi ke Jakarta? Kunci Peningkatan Kapasitas dan Integritas Legislatif

DPRD Kalsel uji komparasi ke Jakarta untuk memperkuat kapasitas dan integritas Badan Kehormatan. Apa saja yang dipelajari demi menjaga maruah legislatif?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mengapa DPRD Kalsel Uji Komparasi ke Jakarta? Kunci Peningkatan Kapasitas dan Integritas Legislatif
DPRD Kalsel uji komparasi ke Jakarta untuk memperkuat kapasitas dan integritas Badan Kehormatan. Apa saja yang dipelajari demi menjaga maruah legislatif? (Merdeka.com)

Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) baru-baru ini melakukan uji komparasi ke DPRD Jakarta. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kapasitas serta memperkuat kelembagaan mereka. Tujuannya sangat jelas, yakni menjaga maruah dan kredibilitas legislatif daerah di mata publik.

Uji komparasi ini bukan yang pertama kali dilakukan oleh BK DPRD Kalsel dalam rangka penguatan diri. Sebelumnya, mereka juga telah mengunjungi DPRD Jawa Barat dan DPR RI untuk tujuan serupa. Inisiatif ini menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam memastikan fungsi pengawasan etika dan kedisiplinan anggota dewan berjalan efektif.

Ketua BK DPRD Kalsel, Rosehan Noor Bachri, memimpin langsung kegiatan penting ini. Melalui kunjungan tersebut, mereka berkesempatan bertukar pengalaman dan mempelajari praktik terbaik dari lembaga legislatif lain. Hal ini diharapkan mampu membawa dampak positif bagi kinerja dan integritas anggota dewan di Kalimantan Selatan.

Peningkatan kapasitas dan integritas Badan Kehormatan DPRD Kalsel dianggap sangat esensial sebagai garda terdepan. Mereka memiliki peran krusial dalam menjaga martabat, kehormatan, citra, dan kredibilitas DPRD, baik secara individu maupun sebagai sebuah kelembagaan. Tanpa BK yang kuat, pengawasan etika bisa menjadi kurang efektif.

Menurut Rosehan Noor Bachri, BK DPRD Kalsel tidak hanya memiliki tugas memantau kedisiplinan anggota. Lebih dari itu, mereka juga harus mampu menjadi teladan yang baik bagi masyarakat luas. Hal ini sejalan dengan harapan publik terhadap wakil rakyat yang berintegritas tinggi.

“Kami bukan hanya menampung dan memperjuangkan aspirasi rakyat, tetapi juga menjadi contoh dalam menjaga integritas dengan adab, disiplin, dan profesionalisme,” ujar Rosehan. Pernyataan ini menegaskan komitmen BK untuk menjadi panutan dalam setiap aspek perilaku dan kinerja.

Peningkatan kapasitas BK harus dilakukan secara berkelanjutan agar fungsi pengawasan etika dan kedisiplinan anggota dewan menjadi lebih efektif. Ini juga penting untuk senantiasa menjaga citra positif DPRD di mata publik. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif dapat terus terpelihara.

Sebagai bagian dari penguatan kelembagaan, BK DPRD Kalsel menggelar pertemuan dengan DPRD Jakarta untuk saling bertukar pengalaman. Pertukaran informasi ini mencakup berbagai aspek penting. Diantaranya adalah cara menjaga kedisiplinan, etika, dan martabat anggota dewan secara efektif.

“Alhamdulillah, kali ini kami mendapat kehormatan bisa belajar langsung dari DPRD Jakarta,” ucap Rosehan. Kesempatan ini dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menyerap ilmu dan praktik terbaik yang telah diterapkan oleh DPRD Ibu Kota.

Sebelumnya, BK DPRD Kalsel juga telah melakukan studi komparasi ke DPRD Jawa Barat dan DPR RI. Kunjungan-kunjungan ini memiliki tujuan spesifik, yaitu mengkaji penerapan BK Award. Penghargaan ini diberikan bagi anggota dewan dengan kinerja terbaik yang terbukti mampu memotivasi legislator saat melaksanakan tugas mereka.

“Dari studi komparasi ke DPRD DKI Jakarta, DPRD Jabar dan DPR RI, banyak ilmu yang kami bawa pulang, terutama terkait pentingnya menjaga adab dan etika sebagai wakil rakyat,” ujar Rosehan. Penekanan pada adab dan etika ini menjadi poin penting yang diperoleh dari seluruh rangkaian uji komparasi tersebut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi