Mendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru Vokasi dengan Deep Learning: Tahukah Anda Apa Itu Pembelajaran Partisipatif?

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat kompetensi guru vokasi melalui pelatihan **deep learning** untuk menyelaraskan SDM dengan kebutuhan DUDI.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru Vokasi dengan Deep Learning: Tahukah Anda Apa Itu Pembelajaran Partisipatif?
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) umumkan 1,5 juta siswa sudah mendaftar Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai syarat SNBP. Jangan lewatkan detail penting dan jadwal pelaksanaannya! (Merdeka.com)

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara aktif memperkuat kompetensi guru vokasi di seluruh Indonesia. Upaya ini dilakukan agar relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) semakin meningkat. Pelatihan pembelajaran mendalam atau deep learning menjadi fokus utama program ini.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan pentingnya penguatan soft skill pada siswa SMK. Ia menekankan bahwa pembelajaran mendalam dapat memperkuat kemampuan pembelajar sepanjang hayat. Hal ini juga mendorong kreativitas para siswa di masa depan.

Program ini bertujuan menyelaraskan kompetensi guru dengan kebutuhan industri yang terus berkembang pesat. Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menyatakan hal tersebut. Peningkatan ini diharapkan menghasilkan lulusan vokasi yang lebih siap kerja.

Pembelajaran mendalam (deep learning) merupakan sebuah pendekatan inovatif dalam dunia pendidikan. Pendekatan ini bersifat partisipatif, di mana murid secara aktif belajar dan terlibat dalam proses menemukan atau menciptakan ilmu pengetahuan. Konsep ini berbeda dari metode pembelajaran tradisional yang cenderung satu arah.

Mendikdasmen Mu'ti menjelaskan, "Kalau Anda ingin memperbaiki peradaban suatu bangsa, maka perbaikilah pendidikan. Apabila Anda ingin memperbaiki pendidikan, maka perbaikilah yang ada di dalam kelas. Pembelajaran mendalam memperkuat soft skill itu bagaimana mereka bisa menjadi pembelajar sepanjang hayat dan kreatif." Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya deep learning dalam membentuk karakter dan kemampuan siswa.

Dalam konteks deep learning, guru berperan sebagai fasilitator pembelajaran, bukan hanya pemberi materi. Mereka menjadi bagian dari pembelajar, sehingga pendekatan yang dipakai adalah partisipatif. Hal ini memungkinkan guru dan siswa untuk tumbuh bersama dalam proses pembelajaran yang dinamis dan interaktif.

SMK, sebagai satuan pendidikan vokasi, diharapkan tidak hanya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang terampil. Lebih dari itu, lulusan SMK juga diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja baru dengan kemampuan yang mereka pelajari. Deep learning menjadi kunci untuk mencapai tujuan tersebut.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Tatang Muttaqin, menuturkan bahwa tujuan utama dari program penguatan kompetensi guru ini sangat jelas. Program ini dirancang untuk menyelaraskan kompetensi guru dengan kebutuhan mendesak dari dunia industri. Hal ini penting untuk memastikan relevansi pendidikan vokasi.

Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan berbagai aspek keterampilan guru. Ini mencakup keterampilan profesional, teknis kejuruan, serta memperkuat aspek pedagogik, kepemimpinan, dan kewirausahaan para guru. Peningkatan ini diharapkan menciptakan guru vokasi yang lebih holistik dan adaptif.

Tatang menegaskan, "Pendidikan vokasi adalah tulang punggung dalam menyiapkan SDM yang siap kerja dan terampil. Jika guru semakin kuat kompetensinya, maka kualitas pembelajaran di kelas semakin meningkat dan hasilnya lulusan vokasi akan lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja." Pernyataan ini menyoroti peran sentral guru dalam ekosistem pendidikan vokasi.

Peningkatan kompetensi guru melalui upskilling dan reskilling ini diharapkan membawa dampak signifikan. Lulusan vokasi akan semakin dekat dengan kualifikasi yang dibutuhkan DUDI. Ini akan memastikan bahwa lulusan SMK akan semakin cepat terserap oleh dunia usaha dan dunia industri, mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan daya saing bangsa.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi