Mendikbud serahkan anugerah Kawastara Pawitra di Solo
Merdeka.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyerahkan anugerah Kawastara Pawitra kepada 109 bupati/walikota dan empat ketua yayasan, di Solo, Sabtu (15/10). Penghargaan itu diberikan bagi mereka memiliki komitmen dalam mempersiapkan calon kepala sekolah.
Sejumlah daerah yang memperoleh penghargaan tersebut antara lain, Provinsi Jambi, Provinsi Bali, Kabupaten Aceh Besar, Badung, Banjar, Bantul, Batanghari, Berau, Bireuen, Bojonegoro, Ciamis, Dharmasraya, Indragiri Hulu, Kutai Kartanegara, Morowali, Nagan Raya, Parigi Moutong, Sukoharjo, Kota Ambon, Balikpapan, Banjarbaru, Bukit Tinggi, Lhokseumawe, Malang, Probolinggo, dan Salatiga.
Sedangkan untuk yayasan adalah Marwita Magiswara, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Yogyakarta, Yayasan Lembaga Pendidikan Al Hikmah Surabaya, dan JSIT Riau.
Kepala Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS), Siswandari, mengatakan Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah (PCKS) merupakan implementasi Permendiknas nomor 6/2009 yang diperbarui dengan Permendikbud nomor 39/2012, dan diperbarui lagi dengan Permendikbud nomor 17/2015 tentang Struktur dan Tata Kelola LPPKS.
Peraturan tersebut mengamanatkan LPPKS melaksanakan program penyiapan, pengembangan, dan pemberdayaan kepala sekolah melalui PPCKS. Kendati demikian, dalam pelaksanaanya program itu sangat tergantung pada inisiatif pemerintah daerah.
“Pemerintah daerah dan yayasan yang mendapatkan anugerah ini memang memilki komitmen tinggi dalam menyelenggarakan program penyiapan calon kepala sekolah, baik dengan APBD maupun dan masyarakat,” kata Siswandari.
Bupati Sijunjung, Sumatera Barat, Yuswir Arifin menyatakan, PPCKS yang diselenggarakan LPPKS terbukti mampu memperbaiki mutu pendidikan di daerahnya. Kabupaten tersebut telah mulai melakukan rekrutmen kepala sekolah melalui PPCKS sejak 2011. Sampai saat tercatat sudah 267 kepala sekolah yang dihasilkan.
"Setelah saya menjadi bupati perekrutan dilakukan melalui LPPKS. Kepala sekolah hasil rekrutmen itu terbukti memiliki kemampuan untuk memanajemen sekolah dan inovatif," kata Yuswir.
Sementara, Muhadjir Effendy dalam sambutannya menyatakan, apa yang dilakukan LPPKS merupakan bagian dari upaya perubahan di bidang pendidikan. Ke depan sekolah nantinya akan dibangun dengan manajemen berbasis sekolah dan partisipasi masyarakat.
"Kepala sekolah memang harus berubah. Ia bukan lagi sekedar guru, tetapi juga manajer," tegas Muhadjir. (mdk/ang)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya