Mendikbud-Ristek Dorong Pemda Percepat Vaksinasi Guru agar PTM Bisa Digelar

Kamis, 16 September 2021 09:52 Reporter : Merdeka
Mendikbud-Ristek Dorong Pemda Percepat Vaksinasi Guru agar PTM Bisa Digelar Mendikbudristek Raker dengan Komisi X DPR. ©2021 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek), Nadiem Makarim mendorong pemerintah daerah segera menuntaskan vaksinasi Covid-19 terhadap tenaga kependidikan. Dia menekankan urgensi penuntasan vaksinasi Covid-19 terhadap para guru.

Menurutnya, penuntasan vaksinasi Covid-19 untuk para pendidik dan tenaga kependidikan bisa mendorong penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

“Vaksinasi pendidik dan tenaga kependidikan bukan syarat PTM terbatas. Jika sekolah berada di wilayah PPKM level 1 sampai 3, PTM terbatas dapat dilaksanakan. Apalagi jika pendidik dan tenaga kependidikan di suatu sekolah sudah divaksinasi, sekolah wajib memberikan opsi PTM terbatas dan PJJ (pembelajaran jarak jauh). Orang tua tetap berhak menjadi penentu metode pembelajaran terbaik bagi anaknya,” kata Nadiem dalam keterangannya, Kamis (16/9).

Sampai saat ini, kata Nadiem, baru 40 persen satuan pendidikan di daerah dengan PPKM level 1, 2, dan 3, yang telah menyelenggarakan PTM terbatas. Angka tersebut menjadi sebuah perbedaan yang besar. Ada 95 persen satuan pendidikan yang sebenarnya bisa menjalankan PTM terbatas.

Dia mengungkapkan, kendala terbesar pelaksanaan PTM terbatas adalah belum diberikannya izin dari Pemda. Sementara, percepatan vaksinasi demi dimulainya PTM juga diamanatkan oleh Presiden Jokowi hingga Menkes Budi Gunadi Sadikin.

"Presiden RI Joko Widodo telah memerintahkan percepatan vaksinasi untuk PTK agar PTM terbatas segera dimulai," ujar Budi.

Dari target sekitar 5,5 juta guru dan tenaga kependidikan, baru Provinsi DKI Jakarta dan DI Yogyakarta yang telah mencapai lebih dari 90 persen. Sedangkan provinsi lain jauh berada di bawah.

“Saya minta tolong kepada dinas kesehatan, saya juga sudah bicara dengan TNI dan Polri, agar guru dan lansia menjadi prioritas vaksinasi Covid-19. Kepala Dinas Pendidikan bisa juga mengejar Kepala Dinas Kesehatan agar bisa mengakselerasi suntikan untuk 3,5 juta tenaga pendidik,” katanya.

Sebagai informasi, Kemenkes melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit juga telah mengeluarkan surat edaran Percepatan Penyelesaian Vaksinasi Covid-19 bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan tersebut yang ditujukan kepada kepala dinas kesehatan provinsi, serta kabupaten/kota se-Indonesia.

Reporter: Yopi Makdori [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini