Menag: Siapa pun Presidennya Tak Mungkin Menghilangkan Pelajaran Agama Islam!

Rabu, 6 Maret 2019 16:38 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Menag: Siapa pun Presidennya Tak Mungkin Menghilangkan Pelajaran Agama Islam! Menteri Agama Lukman Hakim. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Lewat video, seorang perempuan diduga melakukan black campaign atau kampanye hitam ke Joko Widodo. Wanita tersebut menyebut Jokowi akan menghapus pendidikan agama dan pesantren.

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, menegaskan siapapun Presidennya, pendidikan agama dan pesantren di Indonesia tidak akan dihapuskan.

"Saya yakin siapapun Presidennya tidak akan mungkin menghilangkan pelajaran agama di Indonesia," kata Lukman usai rapat di Kantor Wapres, Jalan Merdeka Utara, Rabu (6/3).

Sebagai Menteri Agama, dia memastikan hal itu akan terjadi sebab Indonesia adalah negara yang agamis. Apalagi, mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim.

"Jadi sama sekali tidak benar anggapan atau yang dikatakan sebagian kalangan bahwa kalau Bapak Presiden Jokowi kembali melanjutkan masa jabatan untuk lima tahun ke depan untuk yang kedua kalinya akan dihilangkan pelajar-pelajaran agama," kata Lukman.

"Akan dihilangkan pesantren, menjadi sekolah-sekolah umum apalagi akan dihapuskan kementerian agama itu sama sekali tidan benar," lanjut Lukman.

Justru, katanya, selama empat tahun lebih Jokowi menjabat berupaya memberikan terbaik untuk pendidikan agama dan pesantren.

"Kita tahu kebijakan 4 tahun ini disampaikan Jokowi itu luar biasa. Beliaulah yang menetapkan hari santri, beliaulah yang memberikan banyak sekali upaya penguatan pengembangan lembaga pendidikan keagamaan," tegas Lukman.

Penggalan video seorang perempuan diduga melakukan black campaign dengan durasi 00.45 detik beredar luas di kawasan Makassar. Seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya itu berbicara mengenai pendidikan agama yang akan dihapus oleh Jokowi.

Namun belum diketahui lokasi pastinya, apakah di Sulawesi Selatan atau bukan. Perempuan dalam video tersebut mengenakan jilbab oranye dan pakaian dengan bergambar padi serta dua bulan sabit, mirip lambang salah satu partai politik.

Berikut isi pembicaraan video itu:

"Kita pikirkan nasib agama kita, anak-anak kita. Walau kita yang tidak menikmati, tapi 10, 5 tahun ke depan ini apa kita mau pelajaran agama di sekolah dihapus oleh Jokowi bersama menteri-menterinya. Itu kan salah satu programnya mereka. Yang pertama pendidikan agama dihapus dari sekolah-sekolah. Terus rencana mereka, menggantikan pesantren menjadi sekolah umum." [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini