Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Memperingati Hari Tani, mahasiswa Malang tuntut kesejahteraan petani

Memperingati Hari Tani, mahasiswa Malang tuntut kesejahteraan petani Mahasiswa di Malang demo memperingati Hari Tani. ©2016 Merdeka.com/ Darmadi

Merdeka.com - Puluhan massa menamakan diri Aliansi Mahasiswa Peduli Pertanian dari sejumlah kampus di Kota Malang menggelar aksi Hari Tani di Alun-Alun Tugu Kota Malang. Massa mengenakan caping petani dan aneka poster, berorasi di tengah guyuran hujan deras.

Dalam aksinya mereka membawa berbagai poster bertuliskan 'Selamat Hari Tani', 'Tolak Alih Fungsi Lahan', 'Transparansi Dana Pertanian', 'Berikan Subsidi ke Petani'. Selain itu juga membawa sebuah orang-orangan sawah bertulis 'Di mana Lahan Kami'.

Aksi disampaikan sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi pertanian di Kota Malang dan sekitarnya. Lahan pertanian terus menyusut menyusul banyak lahan pertanian yang berubah menjadi bangunan dan gedung.

"Di Kota Malang harus ada sawah yang tidak diubah untuk bangunan. Masyarakat yang memiliki sawah produktif juga harus diringankan pajaknya," kata Wafig, koordinator aksi, di Gedung DPRD Kota Malang, Senin (26/9).

Selain persoalan lahan semakin sempit, massa juga melihat kondisi pertanian semakin tersisih. Petani semakin terpinggirkan karena tidak adanya kebijakan berpihak pada petani. Hasil panen petani juga masih dibeli dengan harga rendah.

"Infrastruktur dan sarana pertanian tidak berfungsi maksimal, karena kerusakan jaringan irigasi yang kurang mendapat perhatian," katanya.

Kata Wafig, petani juga masih kesulitan untuk mendapatkan kredit dari bank. Sehingga tidak sedikit menjadi korban tengkulak dan rentenir.

Mereka meminta agar DPRD membuat kejelasan aturan melalui Perda dengan melakukan zonasi daerah potensial pertanian. Perlu kawasan pertanian pangan berkelanjutan secara paten dan tidak diganggu untuk pembangunan.

Pihaknya juga meminta regulasi yang jelas untuk mengoptimalkan peran dan fungsi koperasi pertanian dan menguatkan peran Bulog sebagai lembaga pertanian.

"Harus ada kejelasan juga alokasi anggaran untuk penyediaan bibit, benih, infrastruktur dan sarana pertanian," katanya.

Sementara itu, dalam kondisi basah kuyup masa diterima oleh anggota DPRD. Massa diminta menyampaikan uneg-unegnya, dengan menanggalkan aneka spanduk di depan Gedung Dewan, tetapi tetap diperkenankan membawa caping. (mdk/ang)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP