Melonjak 268 Persen! Transaksi Kopi E-commerce di Tokopedia dan TikTok Shop Capai Rekor Baru

Transaksi Kopi E-commerce di Tokopedia dan TikTok Shop melonjak hingga 268% pada Kuartal II 2025, menandakan antusiasme pasar yang luar biasa. Apa pemicunya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Melonjak 268 Persen! Transaksi Kopi E-commerce di Tokopedia dan TikTok Shop Capai Rekor Baru
Transaksi kopi e-commerce di Tokopedia dan TikTok Shop melonjak 268% pada Kuartal II 2025. Apa yang membuat minat masyarakat terhadap kopi begitu tinggi dan bagaimana UMKM memanfaatkannya? (Merdeka.com)

Transaksi kopi di platform e-commerce Tokopedia dan TikTok Shop mengalami peningkatan signifikan pada Kuartal II 2025. Peningkatan ini mencapai angka fantastis 268 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat Indonesia terhadap produk kopi semakin tinggi.

Aditia Grasio Nelwan, Head of Communications Tokopedia and TikTok E-commerce Indonesia, mengungkapkan data ini di Bandung. Ia menjelaskan bahwa lonjakan tersebut tidak lepas dari tingginya animo publik. Terutama setelah Indonesia menjadi tuan rumah kejuaraan barista dunia belum lama ini.

Wilayah Riau, Yogyakarta, Lampung, Bali, dan Sumatra Utara tercatat sebagai penyumbang transaksi tertinggi sepanjang Kuartal III 2025. Fenomena ini mendorong Tokopedia dan TikTok Shop untuk semakin memperkuat komitmen. Mereka mendukung industri kopi lokal melalui inisiatif #SatuDalamKopi.

Data terbaru dari Tokopedia dan TikTok E-commerce Indonesia menunjukkan lonjakan luar biasa dalam kategori kopi. Pada Kuartal II 2025, jumlah transaksi kopi meningkat hingga 268 persen. Angka ini dibandingkan dengan periode Kuartal I 2025 yang menunjukkan pertumbuhan pasar yang sangat pesat.

Aditia Grasio Nelwan menjelaskan bahwa peningkatan ini merupakan cerminan dari animo masyarakat yang besar. Konsumen semakin tertarik pada produk kopi dan segala turunannya. Kejuaraan World Barista Championship (WBC) yang diselenggarakan di Indonesia juga turut memicu minat tersebut.

Tingginya minat ini tidak hanya terbatas pada kota-kota besar. Wilayah seperti Riau, Yogyakarta, Lampung, Bali, dan Sumatra Utara menunjukkan performa transaksi yang sangat kuat. Hal ini membuktikan bahwa budaya minum kopi dan pembelian produknya sudah merata di berbagai daerah.

Melihat potensi pasar yang besar, Tokopedia dan TikTok Shop menegaskan komitmennya. Mereka berupaya mendukung industri kopi di Indonesia melalui berbagai inisiatif. Salah satunya adalah program #SatuDalamKopi yang telah berjalan sejak tahun 2024.

Inisiatif #SatuDalamKopi bertujuan untuk mendigitalisasi pelaku usaha lokal. Program ini juga menyasar para petani kopi di Indonesia dari sisi hulu. Dukungan ini diharapkan dapat membantu mereka menjangkau pasar yang lebih luas.

Digitalisasi ini memungkinkan para pelaku usaha kopi untuk beradaptasi dengan tren belanja online. Mereka dapat memanfaatkan fitur-fitur e-commerce untuk meningkatkan penjualan. Dengan demikian, ekosistem kopi lokal dapat tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.

Keberhasilan platform digital dalam mendorong penjualan kopi juga dirasakan langsung oleh pelaku UMKM. Farhan Irfanto, Owner Uberall Roastery Cirebon, membagikan pengalamannya. Ia memanfaatkan Tokopedia dan TikTok Shop untuk memperluas jangkauan pasar produk kopinya.

Strategi ini membuahkan hasil yang signifikan bagi Uberall Roastery. Kontribusi penjualan online dari kedua platform tersebut mencapai 50-70 persen. Omzet yang berhasil diraih bahkan mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah setiap bulannya.

Farhan menambahkan bahwa mereka aktif menggunakan fitur-fitur yang tersedia di platform. Fitur seperti Top Ads dan video pendek sangat membantu dalam promosi. Optimalisasi fitur ini menjadi kunci utama dalam menarik perhatian konsumen dan meningkatkan volume transaksi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi