Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mathla'ul Anwar: Pemerintah dan Masyarakat Harus Bergandeng Tangan Ciptakan Kerukunan

Mathla'ul Anwar: Pemerintah dan Masyarakat Harus Bergandeng Tangan Ciptakan Kerukunan Ilustrasi Kerukunan Antarumat Beragama. ©2020 Merdeka.com/bengkulu.kemenag.go.id

Merdeka.com - Ketua Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) KH Oke Setiadi Affendi mengatakan masyarakat dan berbagai tokoh untuk dapat memposisikan diri berjalan bersama seirama dengan pemerintah. Tujuannya untuk mewujudkan kemerdekaan diri, persatuan dan kerukunan.

"Yang penting adalah bagaimana sekarang masyarakat juga ikut menata dirinya bersama pemerintah. Jadi harus bergandengan tangan antara pemerintah, tokoh keumatan dan juga masyarakat. Kalau caranya seperti itu kerukunan dan persatuan itu bisa tercipta di negeri ini," jelas Oke, dilansir Antara, Jumat (8/4).

Ia mengungkapkan, makna persatuan di bulan Ramadan, hendaknya bulan suci tidak hanya menjadi sukacita bagi umat Islam sendiri namun bagi seluruh umat. Ia juga berharap bulan suci ini, muslimin dan muslimat dapat menjaga dan menjalin komunikasi yang baik dengan umat lainnya, agar tidak justru menimbulkan prasangka dan perseteruan.

"Tiap detik yang kita lalui di bulan Ramadan ini penuh dengan rahmat. Sehingga harusnya ini pun dirasakan bukan hanya oleh kaum muslimin, tetapi oleh semua. Jadi, jangan sampai kemudian mengganggu umat yang lain, dan harus dikomunikasikan dengan cara sebaik-baiknya," ujarnya.

Bukan tanpa dasar, Oke menilai dewasa ini dalam hubungan antar umat, kurang terjalin komunikasi. Menurutnya harus ada keterbukaan antarumat untuk menyampaikan aspirasi dan opininya serta saling menjalin silaturahmi sehingga akan muncul rasa saling menghormati antar umat dan persatuan akan terjaga.

"Jadi yang saya lihat selama ini kaum muslimin ini yang kurang komunikasi. Sehingga perlu dibuka komunikasi yang seluas-luasnya. Saya melihat komunikasi adalah kuncinya. Bukan malah semaunya sendiri. Itu dzolim namanya," tuturnya.

Oke juga mengutarakan bagaimana peran pemerintah dan tokoh agama maupun tokoh masyarakat untuk membuat umat memahami bahwasannya Ramadan itu mempunyai makna untuk memerdekakan dan mempersatukan.

"Tokoh keumatan ini, harus bisa mempersiapkan umat untuk menghadapi Ramadan dengan kondisi sebaik dan seberkualitas mungkin, tidak hanya di bulan Ramadan tapi juga bulan lainnya, memanfaatkan semua momentum secara maksimal untuk mendorong masyarakat menjadi umat yang berkualitas," tutur Oke.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP