Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Materi Stunting Masuk dalam Modul Bimbingan Pranikah

Materi Stunting Masuk dalam Modul Bimbingan Pranikah Ilustrasi pernikahan. ©Axioo

Merdeka.com - Kementerian Agama berkomitmen dalam mewujudkan pasangan agar memiliki kecakapan psikologis dan mental dalam menjalani rumah tangga. Salah satu cara dengan memasukkan materi stunting dalam kurikulum dan modul bimbingan pranikah (bimbingan perkawinan) atau Binwin.

"Tujuan Binwin adalah menyiapkan calon keluarga agar memiliki kecakapan secara psikologis, sosial, dan hukum-hukum keluarga," kata Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi di Jakarta, Kamis (30/12).

Dia menjelaskan ketahanan keluarga merupakan isu penting yang terus menjadi perhatian Kementerian Agama. Zainut menegaskan bahwa proses pendampingan, konseling, dan pemeriksaan kesehatan pranikah ini juga menjadi bagian dari program kerja Kementerian Agama.

Adapun sasaran program Binwin meliputi calon pengantin yang sudah mendaftar nikah dan remaja usia nikah (19-25 tahun) yang belum mendaftar nikah.

"Kami siap bekerjasama mewujudkan pencegahan dini stunting. Kami memiliki jaringan 5.901 KUA Kecamatan yang telah bekerjasama dengan BKKBN. Tentunya program ini dapat segera kita sinergikan agar pelaksanaannya berjalan sesuai dengan target," ujarnya.

Secara berkala, kata dia, Kementerian Agama telah melakukan evaluasi dan menyempurnakan pembinaan pranikah. Menurutnya, terdapat tiga langkah Kementerian Agama dalam penguatan pranikah.

Pertama, meningkatkan kapasitas fasilitator dengan membekali para fasilitator Binwin secara merata di seluruh provinsi. Kedua, memperluas kerja sama dalam penyelenggaraan Binwin.

"Saat ini angka pernikahan mencapai 1,9 hingga 2 juta pasang setiap tahun. Angka tersebut belum sepenuhnya mendapat layanan Binwin dari KUA. Untuk itulah, kerjasama dengan Ormas Islam, perguruan tinggi dan lainnya terus kami kembangkan," jelas Zainut seperti dilansir dari Antara.

Ketiga, pemenuhan infrastruktur KUA melalui program revitalisasi KUA sebagai program prioritas Kementerian Agama. Tahun ini, revitalisasi telah dilakukan terhadap 106 KUA. Ke depan, Kemenag menargetkan revitalisasi bisa dilakukan pada 1.000 KUA setiap tahun.

"Kami menyambut baik diluncurkannya program pendampingan, konseling dan pemeriksaan kesehatan dalam tiga bulan pranikah. Kami siap terus bersinergi untuk masa depan generasi bangsa yang lebih baik lagi," tutupnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP