Masyarakat Harus Waspada Penipuan via Telepon Mengatasnamakan KPK

Jumat, 14 Juni 2019 14:51 Reporter : Merdeka
Masyarakat Harus Waspada Penipuan via Telepon Mengatasnamakan KPK jubir KPK Febri Diansyah. ©2017 Merdeka.com/rendi

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengingatkan masyarakat agar tak cepat percaya dengan pihak yang mengaku dari lembaga antirasuah. Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, sejak cuti Lebaran 2019, KPK menerima 60 laporan masyarakat yang mengaku dihubungi oleh petugas lembaga antirasuah. Febri memastikan itu adalah penipu.

"Total terdapat 60 laporan pengaduan masyarakat yang mengatakan dihubungi oleh nomor tidak dikenal dan mengaku sebagai petugas KPK," ujar Febri Diansyah, saat dikonfirmasi, Jumat (14/6).

Febri menyebut modus yang dipakai penipu itu tersebut masih sama dengan pengaduan KPK gadungan sebelumnya. Yakni dengan menghubungi masyarakat melalui ponselnya.

"Itu, yang menjawab adalah mesin, disampaikan selamat datang di layanan pengaduan KPK dan disampaikan bahwa pelapor mendapatkan surat peringatan dari KPK, kemudian diarahkan untuk menekan tombol 0 atau angka tertentu," kata Febri.

Kemudian, masyarakat yang ditipu akan berbicara dengan orang yang mengaku sebagai anggota KPK, menanyakan nama dan alamat tempat tinggal. Dimana penipu itu menyebut bahwa orang tersebut terindikasi pencucian uang mencapai Rp 3 miliar sampai Rp 4 miliar di salah satu bank.

"Kemudian dikaitkan juga uang tersebut dengan kasus korupsi," kata Febri.

Selanjutnya, demi meyakinkan orang tersebut, KPK gadungan menghubungi pihak Polda Metro Jaya, dimana itu juga bagian dari aksi penipuan mereka.

"Ada oknum lain yang berbicara dan mengaku petugas Polri yang bertugas di Polda. Pelapor ditawarkan jasa untuk membantu agar dapat mengamankan hartanya dan tidak terkait dengan kasus di KPK. Pada tahapan ini pelapor akan dimintai nomor rekeningnya," kata Febri

Menurut Febri, sebagian besar aksi penipuan oleh KPK gadungan tersebut terjadi di daerah Jakarta. "Sebagian besar penelepon berlokasi di Jakarta," kata Febri.

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com [eko]

Topik berita Terkait:
  1. KPK
  2. Penipuan
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini