Masuk Kandidat Lokasi Ibu Kota Negara, Samboja Jadi Buruan Broker Properti

Rabu, 21 Agustus 2019 21:49 Reporter : Saud Rosadi
Masuk Kandidat Lokasi Ibu Kota Negara, Samboja Jadi Buruan Broker Properti Wilayah Samboja Kalimantan Timur. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Nama kecamatan Samboja di Kutai Kartanegara, di Kalimantan Timur, mencuat sebagai kandidat ibu kota negara (IKN) baru. Dalam sebulan terakhir, lahan di Samboja jadi buruan broker properti.

Merdeka.com melakukan perjalanan guna melihat lebih dekat kawasan Samboja, di mana poros Jalan Balikpapan-Handil II yang berada di kawasan pesisir, memang terdapat areal lahan luas di kiri kanan jalan.

"Sudah banyak di sini, orang masuk tanya-tanya cari tanah 10 hektare, 5 hektare, 4 hektare. Itu sejak muncul nama Samboja jadi calon ibu kota," kata salah seorang tokoh masyarakat Samboja yang tinggal di Teluk Pemedas, Anwar (40), saat berbincang bersama merdeka.com, Rabu (21/8).

Namun demikian, menurut Anwar, harga jual tanah saat ini masih relatif standar. "Ada kandungan batubaranya Rp100 juta sampai Rp150 juta per hektare. Biasa hanya jadi kebun," ujar Anwar.

"Kalau lokasinya ada di pinggir jalan, lebih mahal lagi. Apalagi jalan besar, jalan utama. Satu kapling 10x20 meter Rp50 juta. Bahkan ada Rp100 juta. Harga itu umum saja," tambah Anwar.

Masih menurut Anwar, harga tanah di Samboja bergantung dari lokasi dan letaknya dari titik keramaian. "Masalah tanah, samboja ini masih luas, dan tanpa mengganggu taman hutan raya bukit Soeharto," sebutnya.

Ditemui terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Samboja Nurkholis mengatakan, sebulan terakhir, belum ada transaksi pelepasan hak atas tanah secara besar-besaran, misal 1-2 hektare. Meski memang dari laporan Lurah, banyak broker properti yang sedang survei lahan di Samboja.

"Juga belum ada harga fantastis, masih normal. Soal harga saya kurang paham persis. Kenaikan harga tanah memang tidak dihindarkan. Apalagi, terkait Samboja kandidat ibu kota. Cuma setahu saya, lahan yang di dalamnya ada kandungan batubara tinggi, harga bisa tembus sampai Rp300 juta per hektare," demikian Nurkholis. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini