Manajemen Hotel La Lisa Akui Pegawainya Dipukul Pilot Lion Air karena Baju Setrikaan

Jumat, 3 Mei 2019 21:06 Reporter : Moch. Andriansyah
Manajemen Hotel La Lisa Akui Pegawainya Dipukul Pilot Lion Air karena Baju Setrikaan Lion Air. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - General Manajer Hotel La Lisa Surabaya, Rahmi D Tris membenarkan bahwa korban pemukulan pilot Lion Air berinisial AG, adalah pegawai hotelnya berinisial R. Video pemukulan ini viral di media sosial (Medsos).

Rahmi juga membenarkan jika pemicu kejadian itu gara-gara baju milik pelaku. "Pemukulan memang benar terjadi di La Lisa pada 30 April 2019, peristiwanya jam 05.25 pagi," kata Rahmi saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (3/5).

"Penyebabnya adalah pihak captain (AG) merasa pakaian yang sudah di-laundry-kan dianggap tidak rapi, tidak disetrika," sambungnya.

Padahal saat itu, lanjutnya, korban sudah menjelaskan bahwa bajunya sudah disetrika. "Tiba-tiba ditampar (korban). Enggak ada problem lain sebenarnya," keluh Rahmi.

Sebenarnya menurut Rahmi, antara La Lisa dan Lion Air sendiri terikat kontrak kerja sama. Hotel yang berada di Jalan Nginden, Kecamatan Gubeng ini ditunjuk Lion Air untuk mengakomodir krunya di Surabaya.

Namun, karena peristiwa ini, pihak hotel melayangkan surat teguran keras ke pihak maskapai. "Pihak Lion Air juga kooperatif dan sudah berikan tanggapan atas surat kami," aku Rahmi.

Saat ini, masih kata Rahmi, pihaknya dengan Lion Air masih dalam proses mediasi. "Sedang proses investigasi oleh pihak Lion Air terhadap AG. Apabila pasalnya berat, maka yang bersangkutan mungkin akan di-PHK. Sementara ini yang dikeluarkan ialah surat grounded, tidak boleh terbang selama satu bulan," tandas Rahmi.

Sebelumnya, video pemukulan pilot Lion Air terhadap pegawai hotel viral di Medsos. Pihak Polrestabes Surabaya turun tangan untuk menyelidiki kasus tersebut. "Kami tindak lanjuti, polisi sudah mengidentifikasi lokasi (hotel) keberadaan peristiwa tersebut, hotelnya sudah teridentifikasi lokasinya," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan.

Perwira tiga melati di pundak ini menyebut, bahwa insiden pemukulan itu terjadi pada 30 April 2019 lalu di salah satu hotel di Jalan Nginden, Kecamatan Gubeng. Pasca-insiden pemukulan, videonya viral di Medos. "Tentunya kita akan berkoordinasi dengan pihak hotel bagaimana peristiwanya," sambung Rudi. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini