Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Maling gondol 18 baterai BTS Telkomsel di Samarinda nyaris diamuk warga

Maling gondol 18 baterai BTS Telkomsel di Samarinda nyaris diamuk warga Barang bukti baterai aki dan angkot. ©2018 Merdeka.com/Nur Aditya

Merdeka.com - p>Warga Jalan KH Wahid Hasyim, Samarinda, Kalimantan Timur, memergoki tiga komplotan maling yang menggondol 18 baterai aki tower Base Transceiver Station (BTS) milik Telkomsel. Satu pelaku diketahui berhasil kabur. Ketiga pelaku kini meringkuk di penjara Polsekta Samarinda Utara.

Peristiwa itu terjadi Kamis (31/1) malam, sekira pukul 22.30 Wita. Saat itu, sinyal Telkomsel dilaporkan down, lantaran BTS diduga tidak beroperasi. Telkomsel lantas meminta mitra vendor, mengecek ke lokasi site BTS di Jalan KH Wahid Hasyim, sekitar kampus Universitas Widya Gama Mahakam.

"Saya ditugaskan mengecek ke site karena jaringan mati. Saya kaget, kok pagar tower sudah terbuka. Padahal kan digembok," kata petugas Engineer dari vendor mitra kerja Telkomsel, Siprianus Oppu, ditemui merdeka.com, di Mapolsekta Samarinda Utara, Jalan DI Panjaitan, Kamis (1/2) sore.

Kecurigaan Oppu menguat, setelah melihat deretan baterai aki, berada di luar pagar tower. Terlebih lagi, dia juga melihat angkot trayek C masuk dan mendekati sekitar tower.

"Ada 4 orang yang saya lihat, sementara di tower gelap. Saya belum curiga itu maling. Satu di antaranya sempat jalan pakai motor, lewat depan saya," ujar Oppu.

barang bukti baterai aki dan angkot

Barang bukti baterai aki dan angkot ©2018 Merdeka.com/Nur Aditya

Tidak ingin menanggung risiko lantaran khawatir 3 orang di hadapannya memiliki senjata tajam, Oppu lantas meminta bantuan warga sekitar. "Saya dibantu warga, memergoki 3 orang di tower itu. Diduga maling," sebut Oppu.

Belakangan diketahui, 18 baterai aki itu, diduga akan diangkut menggunakan angkot trayek C. Warga sempat kesal, dan nyaris menghajar para pelaku.

"Baterai ini kan sebagai energi cadangan, untuk menghidupkan pemancar BTS kalau listrik padam. Saya sempat lapor ke teknisi Telkomsel. Tapi keburu saya dan warga datang," ungkap Oppu.

Kepolisian membenarkan peristiwa itu. Tiga pelaku yang meringkuk di penjara, masih disidik di Polsekta Samarinda Utara. "Pelapor dan tersangka lagi di-BAP. Tunggu selesai BAP, baru nanti pas keterangannya," kata Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Utara Ipda Wawan Gunawan.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP