Makin parah, hotspot akibat kebakaran hutan di Riau terpantau 103 titik
Merdeka.com - Bukannya berkurang, hotspot atau titik panas akibat dari kebakaran hutan dan lahan di Riau malah meningkat. Hingga sore ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi sebanyak 103 titik panas.
Kepala BMKG Pekanbaru, Sukisno, mengatakan sebaran titik panas berada di sejumlah kabupaten. Namun, berdasarkan pemantauan Satelit Terra dan Aqua titik api paling banyak berada di Kabupaten Rokan Hilir.
"Hari ini, dari 103 titik panas, 97 titik di antaranya berada di Rokan Hilir," ujar Sukisno, kepada merdeka.com, Selasa (14/8).
Sedangkan sebaran titik api lainnya berada di Kota Dumai sebanyak 2 titik, di Bengkalis 1 titik, Pelalawan 1 titik, Kampar 1 titik dan Kabupaten Siak titik.
Titik panas yang terpantau BMKG pada sore hari ini ternyata yang terbanyak sepanjang 2018 ini. Bahkan, pada pagi tadi titik panas sempat menyentuh angka 90 sebelum kemudian melonjak menjadi 103 selang beberapa jam kemudian.
Sukisno menyebutkan, dari 103 titik panas di Riau, 87 di antaranya merupakan titik api. Itu mengindikasikan adanya kebakaran hutan dan lahan yang masih terus terjadi.
"85 titik api terdeteksi di Rokan Hilir, sedangkan di Bengkalis 1 titik dan Dumai juga 1 titik," ucap Sukisno.
Di Rokan Hilir, titik-titik api tersebut berada di huta dan lahan yang terbakar daerah Kecamatan Bagan Sinembah, Bangko dan Tanah Putih. Hingga kini, kebakatan lahan di sana belum teratasi.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya