Mahasiswa Vokasi UI Raih Penghargaan Foto 'Ojek Payung', Abadikan Ketangguhan Hidup

Mahasiswa Vokasi UI raih penghargaan foto nasional dengan karya 'Ojek Payung' yang artistik, menyoroti ketangguhan hidup. Simak kisah inspiratif di balik lensa!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mahasiswa Vokasi UI Raih Penghargaan Foto 'Ojek Payung', Abadikan Ketangguhan Hidup
Mahasiswa Vokasi UI raih penghargaan foto nasional dengan karya 'Ojek Payung' yang artistik, menyoroti ketangguhan hidup. Simak kisah inspiratif di balik lensa! (AntaraNews)

Dimas Mahendra Danuarta, mahasiswa Program Studi Produksi Media Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, berhasil meraih Juara 3 dalam lomba fotografi nasional Cheverse.up 2026. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Pertamina.

Penghargaan ini diberikan atas karya fotografinya yang berjudul “Di Bawah Naungan Hujan”, sebuah potret artistik perjuangan seorang anak kecil sebagai ojek payung. Foto tersebut secara kuat mengabadikan momen di tengah hujan deras, menunjukkan ketahanan mental dan sosial.

Lomba fotografi ini berlangsung sepanjang Januari hingga Februari 2026, dengan tema “Inspiring Youth Empowerment: Innovation, Sustainability, and Future Energy Leaders Championship”. Prestasi Dimas diumumkan pada Jumat (14/3/2026) di Kampus UI Depok.

Kisah di Balik Lensa: Perjuangan "Ojek Payung"

Karya Dimas, “Di Bawah Naungan Hujan”, menampilkan potret menyentuh seorang anak kecil yang gigih bekerja sebagai ojek payung di Halte Transjakarta Tosari, Jakarta Pusat. Foto ini bukan sekadar gambar, melainkan cerminan realitas kehidupan kota yang keras.

Lebih dari itu, foto tersebut menjadi simbol ketangguhan dan daya juang generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Ini menunjukkan bahwa semangat pantang menyerah dapat ditemukan di setiap sudut kota, bahkan di tengah hujan deras.

Dimas mengungkapkan motivasinya di Kampus UI Depok, Jumat. Ia menyatakan, “Saya ingin mengangkat sisi lain dari pemberdayaan pemuda, bukan hanya tentang inovasi teknologi, tetapi juga tentang ketahanan mental dan sosial dalam menghadapi tantangan hidup.”

Proses Kreatif dan Tantangan Teknis dalam Fotografi

Proses kreatif di balik foto “Di Bawah Naungan Hujan” melibatkan tahapan yang tidak sederhana. Dimas memulai dengan riset tema mendalam dan observasi lapangan yang cermat untuk menemukan momen yang paling tepat.

Momen tersebut akhirnya berhasil diabadikan saat hujan deras mengguyur kawasan pusat kota Jakarta. Kondisi pencahayaan yang minim serta intensitas hujan yang tinggi menjadi tantangan utama yang harus dihadapi Dimas saat pengambilan gambar.

Untuk mengatasi kesulitan teknis tersebut, Dimas mengatur shutter speed kameranya secara presisi agar mampu menangkap butiran hujan secara dramatis. Ia juga memanfaatkan cahaya lampu kota sebagai backlight, yang berfungsi untuk menegaskan siluet subjek utama.

Pendekatan candid photography dengan teknik visual storytelling, komposisi rule of thirds, serta pengolahan warna yang cermat turut memperkuat suasana emosional yang mendalam dalam foto tersebut. Ini menunjukkan kepekaan artistik Dimas.

Apresiasi dan Dampak Pembelajaran Vokasi UI

Kegiatan pembelajaran di kelas Program Pendidikan Vokasi UI berperan penting dalam membentuk sensitivitas artistik dan teknis Dimas. Salah satu mata kuliah yang membekali mahasiswa adalah seni murni, yang mengajarkan pemahaman komposisi dan estetika visual.

Mata kuliah tersebut juga mendalami pengalaman emosional serta makna di balik sebuah karya seni. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya fokus pada keterampilan praktis, tetapi juga pada pengembangan pemahaman mendalam.

Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Safrin Arifin, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian Dimas. Menurutnya, prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Vokasi UI mampu menghadirkan karya kreatif yang memiliki kedalaman makna sekaligus relevan dengan realitas sosial.

Safrin Arifin menambahkan, “Prestasi ini mencerminkan kemampuan mahasiswa Vokasi UI dalam mengolah kreativitas menjadi karya visual yang bermakna dan relevan. Kami berharap keberhasilan ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus mengasah potensi, berani mengekspresikan gagasan, serta menghasilkan karya yang memberi dampak positif bagi masyarakat.”

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi