Madura United Berbenah: Carlos Perreira Fokus Perbaiki Tim di Jeda Paruh Musim Super League 2025/2026

Pelatih Madura United, Carlos Perreira, menegaskan fokus tim untuk Madura United berbenah total selama jeda paruh musim BRI Super League 2025/2026 demi mengangkat performa Laskar Sape Kerrab.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Madura United Berbenah: Carlos Perreira Fokus Perbaiki Tim di Jeda Paruh Musim Super League 2025/2026
Pelatih Carlos Perreira memastikan Madura United berbenah total selama jeda paruh musim BRI Super League 2025/2026. Laskar Sape Kerrab bertekad bangkit dari papan bawah klasemen dan memperbaiki performa tim. (AntaraNews)

Madura United memanfaatkan jeda paruh musim kompetisi BRI Super League 2025/2026 untuk melakukan pembenahan menyeluruh. Pelatih Carlos Perreira menyatakan timnya akan fokus memperbaiki berbagai aspek permainan demi performa yang lebih baik.

Perbaikan ini dilakukan setelah serangkaian hasil kurang memuaskan di paruh pertama musim, yang membuat posisi tim kurang ideal di klasemen. Perreira dan staf pelatih telah mengidentifikasi beberapa catatan penting yang harus segera diselesaikan.

Laskar Sape Kerrab memiliki waktu sekitar satu pekan lebih untuk mempersiapkan diri secara maksimal. Mereka akan menghadapi Persija Jakarta pada pekan ke-18 di Stadion Jakarta International Stadium (JIS) pada Jumat, 23 Januari 2026, pukul 19.00 WIB, sebagai laga pembuka paruh kedua.

Evaluasi Menyeluruh dan Urgensi Perbaikan

Pelatih Carlos Perreira mengungkapkan bahwa ia beserta tim pelatih sudah memiliki beberapa catatan krusial dari pertandingan-pertandingan sebelumnya. Poin-poin evaluasi tersebut telah didiskusikan secara mendalam untuk segera ditindaklanjuti.

"Kami sudah punya beberapa catatan dari beberapa laga kami. Poin-poin itu sudah kami diskusikan untuk kami selesaikan. Kami lakukan ini untuk berbenah, masih ada waktu yang cukup panjang," jelas Perreira.

Proses pembenahan ini dianggap sangat krusial karena Madura United kini berada di peringkat ke-14 klasemen sementara BRI Super League. Mereka mengumpulkan 17 poin dari 17 pertandingan yang telah dimainkan.

Posisi ini tidak ideal bagi Lulinha dan kawan-kawan, mengingat mereka hanya unggul tujuh poin dari zona degradasi. Oleh karena itu, kemenangan sangat diperlukan untuk menjauh dari ancaman tersebut dan mengamankan posisi di liga.

Performa Paruh Pertama dan Tantangan Kebangkitan

Performa Madura United di paruh pertama musim menunjukkan tantangan yang signifikan. Mereka mencatatkan empat kemenangan, lima hasil imbang, dan menelan delapan kekalahan dari 17 pertandingan.

Sebelum jeda, Laskar Sape Kerrab juga menelan kekalahan dalam dua pertandingan terakhir mereka. Mereka takluk dari Persebaya Surabaya dengan skor 0-1 dan PSIM Yogyakarta dengan skor 0-3, menunjukkan penurunan performa.

Statistik ini menegaskan perlunya peningkatan signifikan di segala lini, mulai dari pertahanan hingga lini serang. Perreira berharap jeda ini dapat dimanfaatkan untuk mengembalikan kepercayaan diri tim.

Pertandingan melawan Persija Jakarta akan menjadi ujian pertama bagi hasil pembenahan tim selama jeda. Laga ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan bagi Laskar Sape Kerrab untuk memulai paruh kedua musim dengan hasil positif.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi