Lokalisasi Saritem masih buka bukti Pemkot Bandung lalai
Merdeka.com - Insiden penembakan yang dilakukan polisi terhadap pengunjung di lokalisasi Saritem, Bandung, membuktikan bahwa bisnis esek-esek di kota kembang ini masih menggeliat. Hal itu pun mendapatkan kritik dari DPRD Kota Bandung yang menilai bahwa pemkot Bandung lalai dan kurang tegas dalam menegakkan aturan.
Padahal pada 2007 lalu Pemkot menutup lokalisasi yang berada di Kecamatan Andir, Kota Bandung, Jawa Barat itu, dan akan berubah menjadi pusat keagamaan yang dilengkapi ruang terbuka hijau (RTH).
Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung Ahmad Nugraha menyayangkan adanya insiden penembakan yang terjadi oleh polisi inisial J berpangkat Briptu, terhadap salah satu pengunjung Saritem. Seharusnya tak ada lagi operasi pasca penutupan yang dilakukan Pemkot Bandung.
"Ini menunjukkan bahwa masih adanya indikasi transaksi seks, kan pernah disampaikan bahwa Pemkot Bandung ingin memberantas prostitusi melalui slogan Bandung Agamis," kata Ahmad saat dihubungi wartawan, Senin (2/9).
Dia meminta Pemkot Bandung melakukan penelusuran di lokasi tersebut, untuk mengetahui apa penyebab keributan tersebut. Ke depannya dia meminta pengawasan ketat termasuk bagi pekerja seks komersial (PSK).
Dihubungi terpisah Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda, berdalih bahwa lokalisasi Saritem, tetap beroperasi karena keterbatasan anggaran. "Kalau masih adanya aktivitas prostitusi di Kota Bandung, memang faktanya karena anggaran yang minim, untuk menertibkan, ini harus bertahapkan," ujarnya.
Dia mengaku telah memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menutup lokalisasi secara tegas. "Saya minta Satpol untuk bertindak tegas menutup tempat prostitusi yang masih berjalan. Dalam waktu dekat akan ada tindakan," tegasnya.
Di masa jabatan yang tinggal menghitung hari selepas kepemimpinan baru dia berharap Ridwan Kamil dan Oded M Danial, membebaskan semua tempat prostitusi untuk kemudian dipakai sebagai pusat kegiatan keagamaan.
"Saya ingin program di Saritem bisa diteruskan. Kemudian menjadikan Saritem sebagai kawasan terpadu kegiatan keagamaan serta ruang pameran potensi ekonomi kreatif tiap kecamatan," ujarnya. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya