Limbah Tenun Khas NTT Disulap Jadi Busana Menarik dan Cantik
Merdeka.com - Di tangan-tangan terampil, kain limbah dari sisa tenun khas Nusa Tenggara Timur (NTT) disulap menjadi busana yang menarik dan cantik. Hal ini terlihat dalam pagelaran busana Recycled Handwoven Virtual Fashion Show, Kupang, Minggu (24/10).
Pagelaran ini melibatkan 45 model lokal dan enam orang dancer yang bertempat di gedung NTT Fair yang telah lama mangkrak.
CEO Padu Padan Tenun, Erwin Yuan merancang konsep produk yang mendukung daur ulang, mendesain ulang dan nol limbah.
Menurut Erwin, peragaan busana ini bertujuan untuk memberikan sesuatu yang inspiratif melalui trend, serta edukasi bagi masyarakat dan pecinta mode, juga program kepedulian terhadap lingkungan dalam hal ini pemanfaatan kain limbah dari sisa tenun.
"Ini seperti menggali identitas Indonesia, tidak hanya dari segi kriya, tapi juga perilaku, preferensi tampilan. Kami melibatkan beberapa model lokal, influencer dan juga turut berperan serta beberapa UMKM di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur," jelasnya.
Erwin mengatakan, busana yang dipakai para model merupakan aplikasi aneka tenun ikat yang dibuat dari kain perca, kemudian ditempelkan kembali kepada busana jeans dan juga produk aksesoris tenun, untuk mempercantik tampilan.
"Virtual Fashion Show Padu Padan Tenun bersama dengan JNE diharapkan dapat memperkuat Kota Kupang, terlebih Provinsi NTT sebagai pusat tenun ikat khas dan acuan trend mode, dengan kepedulian terhadap fashion yang berkelanjutan di Indonesia," ujar Erwin.
Kepala Cabang JNE NTT, Emy Khilafat menambahkan, pihaknya selalu mendukung kreativitas kaula muda dan UMKM yang ingin berkembang dan mandiri.
"Kita selalu dukung produk-produk dari NTT ini dikirim dan menyebar ke seluruh Indonesia, bahkan mancanegara," ujarnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya