Limbah Pabrik Pakan Ternak di Tangerang Sebabkan Bau Busuk Menyengat

Jumat, 11 Oktober 2019 01:03 Reporter : Kirom
Limbah Pabrik Pakan Ternak di Tangerang Sebabkan Bau Busuk Menyengat Limbah pabrik pakan ternak di Tangerang. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Limbah dari proses produksi pakan ternak PT Feprotama Pertiwi Purnomo menyebabkan bau busuk menyengat di sekitaran kawasan pergudangan Cikupa Mas, Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang. Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang dan unsur Muspika dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang mendatangi lokasi pabrik untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat.

"Kami menindaklanjuti keluhan masyarakat atas polusi udara dari aktivitas pabrik, dan kami meminta pihak perusahaan untuk memerhatikan proses produksinya," kata Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang Deden Umardani, Kamis (10/10).

Diterangkan Deden, dari hasil pengamatannya di lokasi pabrik, proses pencucian bahan baku yang menjadi sumber utama pakan ternak menimbulkan aroma tidak sedap.

"Kami lihat proses pencucian bahan baku harus lebih baik, kalau saat ini aroma bau tidak sedapnya dari proses itu. Kemudian air limbah dari proses pencucian bahan baku juga mesti diperhatikan agar tidak langsung dibuang keluar. Jadi harus ada proses yang tidak menimbulkan polusi bau. Kami meminta pihak DLHK untuk lebih tegas lagi terhadap perusahaan-perusahaan yang terbukti mengakibatkan polusi termasuk perusahaan tersebut," ucap dia.

Sementara pengamatan di lokasi pabrik, bau busuk yang menyengat sangat terasa hingga sekitar area pabrik. Bau ini semakin parah ketika air limbah bekas proses pencucian bahan baku dikeluarkan ke aliran sekitar pabrik.

Sementara Bagian Umum PT Feprotama Pertiwi Purnomo, mengakui adanya bau busuk di sekitar pabrik akibat aktivitas perusahaan. Namun pihaknya mengaku sudah berupaya menanggulangi pencemaran udara akibat aktivitas usahanya.

"Kami sudah melakukan berbagai upaya agar bau ini tidak lagi tercium, atau menyebar hingga ke permukiman warga. Sampai saat ini kami sedang mengerjakan proses pemfilteran agar bau tidak menyebar," ucapnya.

Diterangkan dia, berdasarkan hasil pertemuan pihak perusahaan dengan DPRD Kabupaten Tangerang, menyepakati sejumlah hal agar persoalan bau tersebut tidak berlarut.

"Dalam kesepakatan ini, kami nantinya hanya akan menerima bahan baku hasil sortir yang sudah tidak menimbulkan bau, serta mengurangi proses produksi sampai 30 persen sampai dengan selesainya pembangunan teknologi bio filter maksimal 4 bulan," ucapnya.

Pihaknya, lanjut dia juga akan menanam pohon tertentu yang dapat mengurangi bau. "Proses unloading dan produksi akan di lakukan di ruang tertutup," terang Purnomo. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Limbah
  2. Pencemaran Lingkungan
  3. Tangerang
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini