Pihak Lembang Park & Zoo membentuk 3 tim pencarian guna menelusuri keberadaan seekor macan tutul yang lepas dari kandang karantina, pada Kamis (28/8). Tim tersebut, terdiri dari lembaga konservasi Lembang Park & Zoo sendiri, personel kepolisian dan TNI, serta Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat.
"Karena kami semua berkonsolidasi, kita semua berkumpul untuk menyamakan visi bagaimana penanganannya. Sehingga dari tim yang tadi saya sebutkan memutuskan kita membentuk 3 tim. Tim 1, tim 2, tim 3,” kata Humas Lembang Park & Zoo, Miftah Setiawan, saat jumpa pers di Lembang Park & Zoo, Kamis (28/8).
Dia menjelaskan, dari tiap-tiap tim terdapat dokter hewan, penembak jitu, dan penembak bius. Meski dikatakan Miftah, pada dasarnya macan tutul tergolong tidak berbahaya atau cenderung menghindari manusia. Namun, langkah-langkah antisipasi penting mengingat kemungkinan ada reaksi yang tak terduga dari hewan tersebut lantaran sifatnya yang liar.
"Diputuskan hewan ini diusahakan ditangkap hidup-hidup. Karena macan tutul termasuk hewan yang dilindungi. Artinya kita berikhtiar kita tangkap si macan ini dalam kondisi hidup. Namun jika memang nyatanya di lapangan terjadi hal yang tidak diinginkan, atas izin dari pihak yang berwenang, kita diperbolehkan untuk menembak mati macan tersebut," kata dia.
Advertisement
Berdasarkan hasil penelusuran sementara, yang juga melibatkan anjing pelacak, hewan itu diperkirakan masih berada di lingkungan dalam Lembang Park & Zoo. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BBKSDA Jawa Barat, Agus Arianto.
"Dari hasil pelacakan dengan anjing pelacak, ditemukan dugaan kotoran dan jejak tapak di sekitar area kebun binatang. Jadi kemungkinan besar satwa masih berada di area dalam sekitar sini. Tim Dinas kehutanan juga menggunakan alat thermal untuk mendeteksi pergerakan satwa," katanya.
Dia menjelaskan bahwa hewan tersebut diperkirakan berumur sekitar 3,5 tahun, berjenis kelamin jantan. Ia menegaskan bahwa tim gabungan pun bakal mengupayakan penemuan itu secepatnya.
"Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama bisa kita temukan kembali," kata dia.
Advertisement
Sementara itu, Kapolsek Lembang AKP Dana Suhenda mengimbau masyarakat agar tidak panik. Apabila mendeteksi keberadaan hewan tersebut, warga diharapkan dapat segera melapor ke pihak kepolisian maupun Lembang Park & Zoo.
"Kami mengimbau masyarakat apabila menemukan atau melihat binatang tersebut segera melapor ke call center 110 Polres Cimahi atau ke polsek terdekat," kata dia.