Turnamen 3x3 Soccer Cage bertajuk Liga Kita Festival resmi digelar di Cilandak Town Square, Jakarta, pada tanggal 8-9 November. Ajang ini diangkat dari semangat sepak bola jalanan atau street football yang dinamis dan mudah diakses. Kehadiran legenda hidup Manchester United (MU) Patrice Evra menjadi daya tarik utama dalam gelaran perdana ini.
Offside sebagai penyelenggara turnamen ini memiliki tujuan besar untuk menghadirkan kompetisi berformat ringkas dan bisa dimainkan di mana saja. Konsep ini diharapkan mampu membangkitkan kembali gairah sepak bola komunitas di Indonesia. Inisiatif ini menandai langkah awal dalam mengembangkan intellectual property berbasis sepak bola komunitas yang lebih luas.
Kunto Wiyoga, Chief Strategic and Operating Officer Offside, menjelaskan bahwa pihaknya ingin menghidupkan lagi kultur sepak bola jalanan yang berbasis kandang. Kompetisi ini memungkinkan pertandingan dimainkan kapan saja dan di mana saja, tidak hanya dalam format 3x3 tetapi juga 1x1. Sebanyak 20 tim turut berpartisipasi memperebutkan hadiah uang tunai sebesar Rp20 juta.
Advertisement
Advertisement
Semangat Sepak Bola Jalanan dan Kompetisi Dinamis
Semangat sepak bola jalanan menjadi landasan utama Turnamen 3x3 Soccer Cage Liga Kita Festival ini. Konsep ini dirancang agar pertandingan dapat berlangsung secara ringkas, dinamis, dan fleksibel, sesuai dengan karakteristik street football. Partisipasi sekitar 20 tim yang dibagi ke dalam empat grup menunjukkan antusiasme tinggi dari komunitas sepak bola.
Selain kompetisi utama, ajang ini juga menghadirkan enam content creator populer yang berkesempatan beradu skill melawan Patrice Evra. Pertandingan ekshibisi ini diberi tajuk Clash of Stars, menambah daya tarik hiburan bagi para penonton dan peserta. Kehadiran para kreator konten diharapkan juga dapat menyebarkan semangat turnamen ke khalayak yang lebih luas.
“Kami ingin menghidupkan lagi kultur sepak bola jalanan yang berbasis kandang. Bisa dimainkan kapan saja dan di mana saja. Selain format 3x3, ada juga 1x1,” ujar Chief Strategic and Operating Officer Offside Kunto Wiyoga di Jakarta dalam keterangan resminya. Pernyataan ini menegaskan visi Offside untuk mengembalikan esensi bermain sepak bola secara spontan dan merakyat.
Advertisement
Advertisement
Peran Patrice Evra dan Pembinaan Bakat Muda
Kehadiran Patrice Evra dalam Turnamen 3x3 Soccer Cage tidak hanya sebagai bintang tamu, tetapi juga sebagai inspirasi bagi generasi muda. Mantan bek kiri Manchester United ini memimpin sesi coaching clinic bersama lima anak berbakat. Anak-anak tersebut merupakan hasil seleksi dari lima kota berbeda, mendapatkan pengalaman berharga berlatih langsung dengan legenda.
Acara puncak bertajuk Simpati Clash of Stars ini diselenggarakan di Asiop Training Ground, Arcici, Cempaka Putih. Evra tidak hanya berinteraksi dengan anak-anak, tetapi juga berpartisipasi dalam laga hiburan. “Dari rangkaian lima kota sebelumnya, terpilih lima anak yang kini bisa latihan langsung dengan Evra. Ini momen penting buat mereka,” jelas Kunto Wiyoga.
Proses mendatangkan Evra ke Indonesia tidak lepas dari peran Johan Marshall, mitra strategis Offside yang juga mantan pemain Liga Prancis. “Johan punya koneksi luas dengan pemain Eropa, termasuk eks Manchester United. Jadi proses mendatangkan Evra relatif mudah,” kata Kunto. Evra sendiri memperkuat MU selama delapan tahun dari 2006, tampil sebanyak 379 kali dengan 10 gol dan 30 assists, serta memenangkan 14 gelar bergengsi termasuk lima Liga Inggris dan satu Liga Champions.
Advertisement
Advertisement
Visi Pengembangan Komunitas Sepak Bola Offside
Offside tidak berhenti pada Turnamen 3x3 Soccer Cage ini saja, melainkan menyiapkan ajang ini sebagai bagian dari pengembangan intellectual property berbasis sepak bola komunitas. Rencana jangka panjang mereka cukup ambisius. Tahun depan, konsep serupa akan diperluas ke delapan hingga 11 kota di Indonesia, dengan target menghadirkan dua hingga tiga pemain internasional lainnya.
Selain ekspansi turnamen, Offside juga menargetkan pengembangan pembinaan usia dini melalui program pelatihan berkelanjutan bagi anak-anak usia 8–12 tahun. Salah satu langkah strategis adalah bekerja sama dengan Indra Sjafri, pelatih yang kini menangani tim sepak bola untuk SEA Games 2025, dalam penyusunan silabus pelatihan jangka panjang. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen Offside pada pengembangan bakat muda.
“Seperti kata Coach Indra, sepak bola usia muda harus menyenangkan. Anak-anak harus tumbuh dengan cinta pada permainan ini,” tutur Kunto Wiyoga, mengutip pernyataan Indra Sjafri. Untuk pembinaan usia muda, Offside juga berkolaborasi dengan Asiop Football Academy, serta melibatkan 25 anak dari lima kota besar hasil seleksi program sebelumnya. Mantan pemain nasional Syamsir Alam turut mendampingi Evra sepanjang acara, menambah nilai edukasi dan inspirasi bagi peserta.
Advertisement
Sumber: AntaraNews