Lebih dari 300 Pensiunan BKKBN Ikuti Jambore Nasional Juang Kencana VIII di Yogyakarta: 'Old Soldier Never Dies'!

Ratusan pensiunan BKKBN dari seluruh Indonesia berkumpul di Yogyakarta untuk Jambore Nasional Juang Kencana VIII, membuktikan semangat pengabdian mereka tak lekang oleh waktu.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Lebih dari 300 Pensiunan BKKBN Ikuti Jambore Nasional Juang Kencana VIII di Yogyakarta: 'Old Soldier Never Dies'!
Ratusan pensiunan BKKBN dari seluruh Indonesia berkumpul di Yogyakarta untuk Jambore Nasional Juang Kencana VIII, membuktikan semangat pengabdian mereka tak lekang oleh waktu. (AntaraNews)

Yogyakarta menjadi tuan rumah Jambore Nasional Juang Kencana VIII yang mempertemukan lebih dari 300 pensiunan pegawai Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) atau BKKBN. Acara bergengsi ini diselenggarakan di Gedung Ghra Pandawa Balaikota Yogyakarta pada hari Rabu, 9 Oktober, dengan semangat kebersamaan yang tinggi.

Para purna tugas yang tergabung dalam organisasi Juang Kencana ini datang dari berbagai provinsi di seluruh penjuru tanah air. Mereka berkumpul untuk mempererat silaturahmi dan menegaskan kembali komitmen mereka terhadap program kependudukan dan keluarga berencana, yang dikenal sebagai Bangga Kencana.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa masa purna tugas bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan babak baru untuk terus berkontribusi. Semangat "pejuang program kependudukan dan keluarga berencana" tetap menyala di hati para pensiunan ini, menginspirasi generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan.

Semangat Pengabdian Tak Pernah Padam

Ketua Umum Juang Kencana, Sudibyo Ali Muso, menegaskan bahwa perjuangan para pejuang program Bangga Kencana tidak pernah berhenti hanya karena pensiun. Ia mengutip ungkapan populer, "old soldier never dies", yang menggambarkan semangat para anggota Juang Kencana.

"Kita Juang Kencana tidak pernah berhenti berjuang tapi hanya menyingkir perlahan-lahan saja," ujar Sudibyo. Menurutnya, "menyingkir" berarti memberikan kesempatan kepada para penerus sambil tetap membantu dengan mengambil peran pendukung dalam program-program kependudukan.

Dengan pengalaman segudang dan waktu luang yang fleksibel, Sudibyo meyakini banyak hal yang bisa dilakukan para purna tugas. Mereka dapat berkontribusi di lingkungan masing-masing untuk turut memajukan program Bangga Kencana, memanfaatkan kearifan dan pengalaman yang telah terakumulasi.

Hingga akhir tahun 2024, Juang Kencana tercatat memiliki 2.292 anggota dan jumlah ini terus bertambah. Angka ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan dan komitmen para pensiunan BKKBN untuk tetap aktif dan relevan dalam pembangunan bangsa.

Kebersamaan dan Silaturahmi di Kota Gudeg

Para peserta Jambore Nasional Juang Kencana VIII ini berdatangan dari berbagai provinsi dengan beragam moda transportasi. Mereka menginap di Hotel Prima Inn Sleman, yang menjadi salah satu venue utama kegiatan selama di Yogyakarta.

Sudibyo Ali Muso menceritakan antusiasme luar biasa dari para peserta, termasuk seorang anggota dari pelosok Sulawesi. Peserta tersebut menempuh perjalanan darat dan laut selama lima hari sebelum akhirnya tiba di Kota Yogyakarta, menunjukkan dedikasi yang tinggi.

Ada yang datang dengan bus rombongan, kereta api, atau kendaraan pribadi, mencerminkan keragaman latar belakang dan lokasi anggota. "Tapi ada juga yang naik pesawat. Nah, kalau ini adalah golongan yang rajin menabung," kata Sudibyo berkelakar, disambut tawa peserta.

Momen kebersamaan ini tidak hanya menjadi ajang reuni, tetapi juga memperkuat tali silaturahmi antar sesama pejuang program Bangga Kencana. Diskusi dan berbagi pengalaman menjadi bagian tak terpisahkan dari jambore ini, memperkaya wawasan para peserta.

Apresiasi dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Paku Alam X, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Jambore Juang Kencana ini. Beliau menekankan bahwa kegiatan ini adalah bukti nyata pengabdian yang tak lekang oleh waktu.

Pengabdian kepada bangsa dan masyarakat, menurut Sri Sultan, tidaklah berhenti hanya karena masa bakti formal telah usai. Semangat para pensiunan BKKBN ini menjadi teladan bagi semua pihak untuk terus berkontribusi dalam pembangunan.

"Selain itu jambore juga menjadi ajang mempererat silaturahim sambil tentu saja menikmati suasana Daerah Istimewa Yogyakarta," tambah Paku Alam X. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini juga memiliki dimensi rekreasi dan kebersamaan yang penting.

Dukungan dari pemerintah daerah ini semakin mengukuhkan pentingnya peran Juang Kencana dalam melanjutkan misi BKKBN. Kehadiran mereka diharapkan dapat terus memberikan dampak positif bagi program kependudukan di Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi