Layani 2 Koridor Baru, Puluhan Bus Batik Solo Trans Dioperasikan
Merdeka.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo meluncurkan dua koridor Batik Solo Trans (BST) di Pendopo Balai Kota, Kamis (30/12). Dua koridor tersebut adalah koridor 5 dengan rute Terminal Kartasura-Bekonang Sukoharjo, dan koridor 6 dengan rute Solo Baru Sukoharjo-Terminal Tirtonadi. Puluhan bus dioperasionalkan untuk melayani dua rute baru ini.
Peluncuran ditandai dengan pemecahan kendi oleh Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa disaksikan Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi dan Direktur Lalu Lintas Angkutan Jalan Suharto.
"Pemkot Solo berkomitmen untuk menyediakan angkutan massal yang terjangkau dan efisien, untuk mendukung transportasi yang ramah lingkungan," ujar Teguh saat membacakan sambutan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming.
Layanan BST, dikatakannya, merupakan bentuk kepedulian dari pemerintah akan kebutuhan transportasi yang aman dan nyaman dan terjangkau. Kemudahan-kemudahan akan didapatkan oleh para penumpang yang menggunakan BST.
Selain efisiensi waktu perjalanan, maupun kemudahan dalam pembayaran. Di mana penumpang hanya cukup membayar satu kali, meskipun harus berpindah ke armada rute lainnya.
Kasubdit Angkutan Perkotaan Kementerian Perhubungan Budi Prasetyo menjelaskan, koridor 5 dengan 23 armada bus dan 3 cadangan akan melayani penumpang dengan jarak 52,6 kilometer. Untuk koridor 6 dengan rute Terminal Tirtonadi-Solo Baru PP dengan jarak 21,46 kilometer akan dilayani 10 armada.
"Terkait operasional, Teman Bus ini akan melayani dengan jarak antar bus 7-12 menit. Standar pelayanan minimum yang diterapkan meliputi pemasangan perangkat monitoring berbasis IT, dan sudah dilengkapi dengan bak sepeda dan penyaring," katanya.
Budi mengatakan, untuk sementara layanan BST akan digratiskan sembari menunggu hingga diterbitkan peraturan yang dikeluarkan pemerintah.
Direktur Lalu Lintas Angkutan Jalan Suharto menambahkan, Kota Solo saat ini sudah menjadi rujukan kota-kota yang mengembangkan angkutan massal dengan konsep by the service. Saat ini, dikatakannya, sudah ada 10 kota yang juga mengembangkan angkutan massal dengan konsep by the service. Sehingga banyak yang ingin belajar terkait pengelolaannya.
"Meski finansial tidak sekuat Jakarta, tapi Solo mempunyai komitmen yang kuat, Solo mampu mengintegrasikan, bagaimana masterplan transportasi dan mengetahui arti pentingnya transportasi untuk kita semua," lanjutnya.
Suharto mengemukakan saat ini di Solo Raya ada 6 koridor dengan 130 armada dan sekitar 700 SDM yang ada saat ini, merupakan pemberdayaan masyarakat di Solo Raya. Solo juga telah mengkonversi angkutan kota menjadi feeder BST.
"Ini bukan hal yang mudah, butuh membutuhkan perjalanan yang panjang," pungkas dia.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya