Laporan konten hoaks ke Kominfo meningkat tajam saat Pilkada
Merdeka.com - Plt Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Noor Iza menyebutkan laporan mengenai hoaks atau berita bohong dan ujaran kebencian meningkat pada masa kampanye Pilkada serentak awal tahun ini. Tren itu meningkat sejak maraknya hoaks dari tahun 2012.
Hal itu dia sampaikan saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk 'Dagangan Ala Lapak Saracen' di restoran Es Teler 77, Jakarta, Rabu (20/9).
"Sejak akhir 2012 seberapa besar masyarakat mengirimkan informasi ke Kominfo ada konten hoaks, kekerasan, kebencian, laporan masuk pada Januari 2017 meningkat," kata dia.
Selain itu, Noor mengakui produksi hoaks yang menjamur di Indonesia banyak yang mendiskreditkan pemerintahan Presiden Joko Widodo.
"Memang ada informasi (hoaks) kepada publik tidak benar untuk deklinasi pemerintah," ungkap Noor.
Kendati demikian, kata Noor, dalam menanggulangi hal tersebut, Kominfo tidak bisa serta merta melakukan pemblokiran terhadap konten yang dilaporkan. Kominfo akan melakukan penilaian terhadap laporan apakah termasuk dalam hoaks, ujaran kebencian atau bukan.
"Kita bicara radikalisme, ada merah, merah darah itu sudah jelas ya. Identifikasi lokasi strategis, sudah jelas kita bisa langsung blokir. Kan ada (konten) yang abu-abu," jelasnya. (mdk/rzk)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya