Udara pagi Bandung yang menusuk tulang tak menghalangi langkah Siti Halimah, wanita paruh baya (64) asal Kosambi Bandung, Jawa Barat.
Dengan berjalan kaki Siti dan adiknya menyusuri hampir dua kilometer menuju kawasan Jalan Merdeka, demi mendapatkan beras murah untuk kebutuhan keluarga.
Ia menuju Mapolrestabes Bandung, untuk membeli paket beras murah di Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan Polrestabes Bandung, pada Selasa (12/8).
"Asal Kosambi, dari pagi tadi jalan kaki," ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan.
Program paket beras ini Siti dapat informasi dari tetangga. Tanpa pikir panjang, Siti pun berangkat pagi-pagi sekali demi bisa membeli dua karung beras berisi masing-masing 5 kilogram. Dengan harga Rp55 ribu per kantong, program ini sangat berarti bagi kehidupan sehari-harinya bersama sang cucu.
"Bagi kami yang kaum miskin ini meringankan untuk keluarga kami," ucapnya, dengan mata berkaca-kaca namun penuh rasa syukur.
Tak hanya beras, hari itu Siti juga menerima bingkisan berupa makanan beku seperti sosis dan nugget dari Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono. Hadiah kecil namun bermakna besar bagi sang cucu di rumah.
"Di rumah tinggal berdua sama cucu. Ini (sosis, nugget), buat cucu," katanya, tersenyum haru.
Di tempat yang sama, Kombes Pol Budi Sartono menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Polri dan Bulog untuk menyediakan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Beras yang dijual berasal dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) milik Bulog.
"Gerakan ini merupakan program dari pemerintah. Kami bantu masyarakat untuk membeli pangan berkualitas dengan harga yang sangat terjangkau dari Bulog," ujar Budi.
Masyarakat cukup menunjukkan KTP saat membeli, dan untuk pemerataan, pembelian dibatasi maksimal dua kantong beras ukuran 5 kilogram per orang.
Selain beras SPHP seharga Rp11 ribu per kilogram, kegiatan ini juga diramaikan dengan bazar sembako yang menyediakan berbagai kebutuhan seperti sayur, daging, telur, mie instan, gula, dan tepung dengan harga yang lebih rendah dibanding harga pasar.
"Alhamdulillah, antusiasme warga sangat tinggi. Hari ini kami siapkan 2 ton beras, dan karena tingginya minat masyarakat, besok kami akan tambah menjadi 4 ton," jelas Budi.
Tak berhenti di Mapolrestabes Bandung saja, program ini juga akan digelar secara bergilir di seluruh polsek di bawah jajaran Polrestabes Bandung, dan akan berlangsung hingga 16 Agustus 2025.
"Setelah kegiatan di Polrestabes, kami akan laksanakan juga di beberapa polsek agar lebih dekat dengan masyarakat," ungkapnya.
Gerakan Pangan Murah ini merupakan bagian dari upaya institusi polri termasuk Polda Jawa Barat dan Polres Jajaran untuk turut serta menjalankan program nasional, membantu masyarakat menghadapi tantangan ekonomi menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80.