Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lagu Syubbanul Wathon mewarnai aksi buruh di Surabaya

Lagu Syubbanul Wathon mewarnai aksi buruh di Surabaya Aksi May Day di Surabaya. ©2018 Merdeka.com/Mochammad Andriansyah

Merdeka.com - Kali pertama aksi buruh memperingati Hari Buruh Sedunia atau May Day di Surabaya bernuansa Nahdlatul Ulama (NU), Selasa (1/5) siang. Bahkan, juga untuk yang kali pertama dalam sejarah aksi buruh di Jawa Timur, lagu Syubbanul Wathon dinyanyikan di depan Gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya.

Inilah aksi ribuan buruh bernuansa Islam yang ditampilkan para pendemo dari Serikat Buruh Muslim Indonesia NU (Sarbumusi-NU) Jawa Timur di Hari Buruh Sedunia. Sarbumusi merupakan Badan Otonom (Banom) NU yang bergerak di bidang perburuhan.

Saat tiba di depan Gedung Grahadi sekitar pukul 13.00 WIB, ribuan buruh Sarbumusi NU langsung menyanyikan lagu Ya Ahlal Wathon (Syubbanul Wathon) sambil mengibarkan bendera kebesaran mereka dan spanduk berisi tuntutan.

"Sarbumusi itu nuansanya Islam, kebersihan adalah bagian dari iman. Mari kita jaga kebersihan juga dalam aksi ini," imbau salah satu orator aksi kepada para pendemo.

Usai menyanyikan lagu Syubbanul Wathon, pimpinan aksi juga mengajak para pendemo melakukan istighosah berjamaah. "Mari kita hening sejenak. Kita akan melakukan istighosah. Mudah-mudahan kesejahteraan buruh tercapai. Oknum yang melakukan penistaan kepada kaum buruh segera terbuka matanya," ucap si orator yang kemudian menyerahkan mikrofonnya kepada Pimpinan Sarbumusi NU Jawa Timur, Ahmad Saroni untuk memimpin istighosah.

"Hidup buruh.. hidup Sarbumusi NU.. Allahuakbar.. Allahuakbar.. Allahuakbar.. hapus buruh outsourcing, stop union busting, tolak tenaga kerja asing," teriak Ahmad Saroni sebelum memulai istighosahnya.

Sekadar informasi, selain menggelar aksi di depan Gedung Grahadi Surabaya, ribuan buruh dari berbagai elemen dan daerah di Jawa Timur melakukan aksi peingatan Hari Buruh Sedunia di sejumlah titik di Surabaya, di antaranya Kantor Gubernur di Jalan Pahlawan, Gedung DPRD Jawa Timur di Jalan Indrapura, DPR Durabaya Jalan Yos Sudarso dan Balai Kota Surabaya.

Di peringatan Mey Day ini, tuntutan aksi para buruh se Jawa Timur ini rata-rata satu suara. Beberapa tuntutan itu antara lain: Stop Union Basting (Penghalang Serikat), Tolak Tenaga Kerja Asing, Tolak Upah Murah dan lain sebagainya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP