Kunjungi Situbondo, Konjen Jepang Kagumi Pertunjukan Sendratari

Rabu, 31 Juli 2019 21:35 Reporter : Muhammad Permana
Kunjungi Situbondo, Konjen Jepang Kagumi Pertunjukan Sendratari Konjen Jepang di Surabaya, Masaki Tani ke Situbondo. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Sendratari Musik Jeger, produk budaya Situbondo mewarnai kunjungan Konjen Jepang di Surabaya, Masaki Tani ke Situbondo. Kunjungan Masaki ini dalam rangka peresmian gedung Rumah Bersalin Permati Hati di kompleks Puskesmas Desa Tlogosari, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo. Gedung tersebut dibangun menggunakan dana hibah dari Pemerintah Jepang melalui program Grassroots.

"Saya benar-benar takjub dengan tarian khas Situbondo ini. Semoga menambah erat persahabatan kedua bangsa," ujar Masaki yang disambut senyum oleh Bupati Situbondo Dadang Wigiarto, (31/07).

Selain Musik Janger Etnik Situbondo, siswa SD yang menjadi penampil acara juga menyambut kunjungan diplomat negeri Sakura itu dengan berbaris membentuk pagar betis sambil melambaikan tangan memegang Bendera Merah Putih berukuran kecil.

Lagu kebangsaan Indonesia Raya mengawali acara yang berlangsung di Halaman Puskesmas Sumbermalang. Dilanjutkan dengan Mars Situbondo dan lagu Kebangsaan Jepang, Kimi Ga Yo.

"Kantor kami Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, setiap tahun memberikan beberapa proyek yang berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan. Situbondo salah satunya," lanjut Masaki.

Melalui bantuan tersebut, pemerintah Jepang berharap bisa memberikan manfaat yang besar bagi kesehatan ibu dan anak. Khususnya menekan angka kematian ibu dan angka kematian bayi yang masih tinggi di Situbondo.

"Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan khususnya terhadap ibu dan anak sehingga mampu menekan angka kematian ibu dan anak di Jawa Timur," ungkapnya.

Sementara itu, Dadang Wigiarto mengapresiasi kepercayaan dari Pemerintah Jepang untuk kembali menyalurkan bantuan ke wilayahnya untuk yang ketiga kalinya. "Kita ingin menjajal bantuan jenis lainnya, seperti meningkatkan kapasitas tenaga medis. Agar mereka bisa lebih terampil dalam mengoperasikan alat kesehatan modern yang kita punya," ujarnya.

Proyek dana hibah, lanjut Dadang, bernilai Rp1.336.219.300 dan sudah memenuhi standar layanan Puskesmas. Proyek ini diharapkan memberi dampak bagi penerima manfaat sebanyak 634 Balita, 71 ibu hamil dan 69 kader posyandu. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Budaya Indonesia
  2. Situbondo
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini