KSPSI Yakin Unit Pidana Perburuhan Bisa Lindungi Hak Pekerja

Kamis, 2 Mei 2019 02:33 Reporter : Merdeka
KSPSI Yakin Unit Pidana Perburuhan Bisa Lindungi Hak Pekerja Gerak jalan KSPSI di Bogor. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengungkapkan bahwa pihaknya telah lama mendesak pemerintah untuk mengadakan unit pidana perburuhan, namun baru pada masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo permintaan itu didengar.

"Kami sudah lama memintanya. Dari zaman presiden kapan ya, udah lama, udah puluhan tahun. Di zaman Pak Jokowi terealisasi unit pidana perburuhan," tutur Andi saat ditemui Liputan6.com, Jakarta Pusat, Rabu (1/5).

Andi mengaku optimistis bahwa unit pidana itu akan bisa mengontrol para pemilik usaha untuk tidak melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan.

"Misalnya tiap perusahaan yang memberi upah di bawah layak pastikan jadi takut," terangnya.

Andi menjelaskan bahwa selama ini buruh merasa kesulitan hendak melapor ke mana, jika terjadi pelanggaran perusahaan terhadap hak pekerja.

"Selama ini buruh kan bingung mau lapor ke mana coba? Yang ada kita lapor ke Dinas Ketenagakerjaan yang itu prosesnya sangat lambat sekali," tutur Andi.

Andi juga menyampaikan bahwa pihaknya menuntut pemerintah untuk serius melindungi para buruh migran Indonesia (BMI).

"Jadi pemerintah harus mempunyai desk khusus untuk penanganan buruh migran di luar negeri," ujarnya.

Sebelumya, Jokowi mengabulkan tuntutan para buruh yang meminta diadakannya unit pidana perburuhan. "Hal ini sudah direspons Presiden Jokowi saat menerima presiden-presiden Konfederasi Buruh Indonesia seperti Andi Gani Nena Wea, Said Iqbal, Mudhofir, Ilhamsyah, Syaiful dan Muchtar di Istana Bogor beberapa hari yang lalu," ucap Andi.

Menurut keterangan Andi, Jokowi menginstruksikan Kepala Kepolisian Indonesia untuk membentuk unit pidana perburuhan sebagai bentuk menegakkan hukum yang adil kepada buruh.

"Kapolri langsung merespons sangat baik dan tepat tanggal 1 Mei akan diresmikan unit pidana perburuhan. Ini sejarah luar biasa perjuangan buruh," ucap Andi. [cob]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini