Kronologi Lengkap Nenek Penjual Nasi Uduk Meninggal versi Polisi, Kapolsek Bantah Korban Antre Gas 3Kg

Menurut Kapolsek, nenek Yonih tidak meninggal saat mengantre gas elpiji di agen distribusi gas 3 kilogram yang berjarak 300 meter dari rumahnya.

Kirom
Oleh Kirom - Reporter
Kronologi Lengkap Nenek Penjual Nasi Uduk Meninggal versi Polisi, Kapolsek Bantah Korban Antre Gas 3Kg
Nenek Penjual Nasi Uduk Meninggal Usai Mengantre Gas di Pamulang (Merdeka.com)

Seorang lansia warga Pamulang Barat, Kota Tangerang Selatan, meninggal dunia diduga kelelahan usai mengantre tabung gas di kawasan Pamulang Senin (3/2). Sejak akhir pekan lalu, gas 3kg di seluruh wilayah langka.

Kapolsek Pamulang, Kompol Widya Agustiono menerangkan kronologis kematian nenek Yonih Binti Saman (68). Dia menegaskan nenek Yonih tidak meninggal saat mengantre gas elpiji di agen distribusi gas 3 kilogram yang berjarak 300 meter dari rumahnya. Justru, kata Kapolsek, nenek Yonih sudah memperoleh tabung gas bahkan tanpa antrean.

“Itu enggak ada antrean di situ, dia (almarhumah) itu pelaku UMKM, dia berjualan," kata Kapolsek Pamulang Kompol Widya Agustiono dikonfirmasi, Selasa (4/2).

Nenek Yonih Langsung dapat Gas 3kg

Menurut Kapolsek, berdasarkan keterangan saksi pegawai agen pangkalan gas, sang nenek penjual nasi uduk itu langsung diberikan gas melon ketika tiba di toko.

“Dia langsung diberikan sama pegawainya, dia langganan dan sudah kenal,” ucap Kapolsek.

Kompol Widya juga memastikan jika nenek almarhum Yonih tidak dimintai KTP oleh pegawai agen gas saat akan menukarkan tabung gas kosong miliknya dengan yang telah terisi gas 3 kilogram.

“Dia enggak ada diminta syarat KTP. KTP itu diminta untuk rumah tangga, dia (almarhum) pelaku UMKM tanyakan saja ke anaknya. Saksi tetangganya juga mengatakan sempat dimampiri untuk istirahat,” jelas Kapolsek.

Kompol Widya mengaku sudah meminta keterangan dari sejumlah pihak perihal kematian nenek penjual nasi uduk itu. Dipastikan dari keterangan saksi-saksi nenek Yonih meninggal di rumah sakit.

“Informsi yang kami cek melalui saksi agen pangkalan, kelurga almarhum, tetangga almarhum,” tandasnya.

Duduk Perkara

Seperti diberitakan sebelumnya, Nenek Yonih meninggal dunia karena diduga kelelahan usai berburu tabungn gas 3kg yang langka di Pamulang.

“Persisnya bagaimana saya kurang jelas. Tadi dia dibopong rame-rame sama warga yang bantu. Apa dia jatuh awalnya atau bagaimana kurang paham," kata Dedi, kerabat almarhumah Yonih Binti Saman (68) ditemui di rumah duka, Senin (3/2).

Dedi menyebut, kerabatannya itu sebelumnya berkeliling mencari tabung gas subsidi dengan menenteng dua tabung kosong di kedua tangannya. Kemudian almarhum ikut mengantre di salah satu pangkalan yang berjarak kurang lebih 300 meter dari tempatnya tinggal.

“Sehabis mengantre, dia meninggal sekitar jam 12 an. Tadi dia jalan mencari gas jam 10, jam 11 an,” ujarnya.

Diterangkan Dedi, Yonih setelah mendapat satu tabung gas bergegas pulang dan melewati jalan menanjak ke arah rumahnya dengan membawa dua tabung gas isi 3 kilogram dan satu tabung gas kosong.

“Mungkin kecapekan juga. Dia buka warung nasi uduk kalau pagi, malam dia masak. Mungkin kurang tidur, capek,” ujar Dedi.

Atas musibah yang terjadi, almarhumah Yonih langsung dimakamkan di TPBU wakaf RW 07, Kelurahan Pamulang Barat.

Rekomendasi