Kronologi Aksi Demo Warga Penajam Paser Utara Berujung Pembakaran

Rabu, 16 Oktober 2019 19:55 Reporter : Saud Rosadi
Kronologi Aksi Demo Warga Penajam Paser Utara Berujung Pembakaran Aksi Massa di Pelabuhan Penajam Paser Utara. ©2019 Istimewa

Merdeka.com - Situasi di Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, dikabarkan berangsur-angsur kondusif setelah aksi unjuk rasa warga berujung aksi pembakaran bangunan di sekitar pelabuhan Penajam, siang tadi.

Sekitar pukul 13.00 Wita, warga menggelar aksi unjuk rasa ke sekitar pelabuhan Feri di Penajam. Mereka menggunakan perahu motor maupun speedboat.

"Warga ingin berunjukrasa, terkait peristiwa penganiayaan yang melibatkan kelompoknya sebagai korban," kata Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol Ade Yaya Suryana, dalam penjelasan tertulis diterima merdeka.com, Rabu (16/10) malam.

Mereka mengusir keluarga pelaku pembunuhan yang bermukim di sekitar pelabuhan Penajam Paser Utara agar segera meninggalkan daerah itu.

Massa tiba sekitar pukul 14.20 Wita, langsung menuju ke pelabuhan, dengan merusak pos loket tiket kapal motor dan menghentikan transportasi speedboat maupun kapal.

"Sekitar jam 3 sore ini tadi, terjadi dialog antara perwakilan massa aksi, dan pihak kepolisian. Baik itu Kapolres PPU maupun Kapolres Paser," ujar Ade.

Hasil dari pertemuan itu, kepolisian berupaya memfasilitasi dengan melakukan dengar pendapat di kantor Bupati PPU. "Tapi, tidak ada kata sepakat," sebut Ade.

"Sekitar jam 3.30 sore, kelompok massa terus bertambah, dan melakukan aksi pembakaran terhadap pos loket tiket, di pelabuhan kapal motor," ungkap Ade.

Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Priyo Widyanto, bergegas ke lokasi kejadian di PPU. "Jam 19.15 Wita Pak Kapolda tiba di lokasi, dan langsung melakukan komando kendali situasi. Saat ini, situasi sudah terkendali," jelas Ade.

Ade juga mengimbau masyarakat, untuk tidak menyebarluaskan gambar maupun video yang berpotensi memperkeruh suasana. "Juga tidak melakukan upaya-upaya, di luar koridor hukum dan bahkan melanggar hukum," tegas Ade.

Polisi meminta warga memercayakan penanganan kasus pembunuhan dan pengeroyokan ini kepada penegak hukum.

Sebelumnya, aksi warga dipicu kasus pengeroyokan berujung penikaman terhadap dua orang pemuda yakni Rn (18) Ca (19) pada Rabu (9/19) malam di pantai Nipahnipah, PPU.

Aksi penikaman diduga dipicu kekesalan seorang pemuda terhadap korban. Dia menantang korban bertemu di pantai Nipahnipah. Hingga akhirnya korban ditikam.

Usai menikam kedua korban, para pelaku kabur ke Balikpapan. Salah satu korban yakni Ca, meninggal dunia. Polisi langsung bergerak cepat. Tiga terduga pelaku pengeroyokan dan penikaman, akhirnya berhasil ditangkap di Balikpapan.

Tak diketahui pemicunya, mulai siang tadi warga turun ke jalan sambil menenteng senjata tajam. Mereka mengusir keluarga pelaku yang bermukim di sekitar pelabuhan Penajam Paser Utara agar segera meninggalkan daerah itu. Padahal, Selasa (15/10) malam kemarin, sudah dilakukan mediasi.

Aksi pembakaran rumah terjadi di sekitar pelabuhan. Padahal di lokasi ada aparat yang berjaga. Aktivitas penyeberangan kapal feri dari Penajam ke Balikpapan, maupun sebaliknya, sementara tidak bisa beroperasi. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini