KPK Pastikan Belum Tertangkapnya Harun Masiku Tak Ganggu Penyidikan

Kamis, 16 Januari 2020 21:03 Reporter : Merdeka
KPK Pastikan Belum Tertangkapnya Harun Masiku Tak Ganggu Penyidikan harun masiku. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan belum tertangkapnya Politikus PDIP Harun Masiku tak akan mengganggu proses penyidikan dan pengembangan kasus dugaan suap terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan terkait penetapan anggota DPR RI periode 2019-2024. Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menegaskan pemeriksaan terhadap para saksi tak terganggu dengan pencarian Harun Masiku.

"Pemeriksaan tetap berjalan, karena perkara ini nanti masing-masing bisa dilanjutkan, dan tentunya penyidik sudah mempunyai bukti permulaan yang cukup dan dihubungkan dengan barang bukti yang kami temukan di dalam proses penggeledahan," ujar Ali di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (16/1).

Ali memastikan tim penyidik tetap bekerja sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

"Kami yakin itu bisa dilakukan karena kami cukup mengantongi bukti, itu bisa kami kembangkan lebih jauh ketika nanti saksi-saksi yang dihadirkan yang kemudian mengonfirmasi dokumen-dokumen (hasil geledah) itu. Kami yakin bisa selesai," kata dia.

Terkait dengan pengejaran Harun, Ali mengatakan masih terus berkoordinasi dengan institusi Polri. Diketahui, KPK sudah berkirim surat ke Polri untuk menetapkan status daftar pencarian orang (DPO) alias buron terhadap Harun Masiku.

"Mengenai hal itu kami masih terus koordinasi dan mencari keberadaan tersangka HAR. Koordinasi dengan Polisi," kata Ali.

1 dari 1 halaman

Ultimatum untuk Menyerahkan Diri

Ali mengultimatum Harun untuk segera menyerahkan diri secepatnya ke lembaga antirasuah. Jika tidak, pihak lembaga antirasuah tak ragu menetapkan Harun sebagai pihak yang tak koperatif dalam proses hukum.

"Kami imbau kepada yang bersangkutan serahkan diri, tentunya selain merugikan diri sendiri karena tidak bisa menerangkan secara utuh dan lengkap yang disangkakan, dan tentunya nanti disidang pertimbangan sebagai orang yang tidak koperatif," kata Ali.

Sebelumnya, KPK menetapkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Wahyu ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan penerimaan suap penetapan anggota DPR terpilih 2019-2020.

Tak hanya Wahyu Setiawan, KPK juga menetapkan 3 tersangka lainnya dalam kasus tersebut. Yakni mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, mantan Caleg PDIP Harun Masiku, dan Saeful pihak swasta.

Pemberian suap untuk Wahyu itu diduga untuk membantu Harun dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia yaitu Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Namun dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia.

Wahyu diduga sudah menerima Rp600 juta dari permintaan Rp900 juta. Dari kasus yang bermula dari operasi tangkap tangan pada Rabu, 8 Januari 2020 ini, tim penindakan KPK menyita uang Rp400 juta.

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com [eko]

Baca juga:
KPK Minta Harun Masiku Menyerahkan Diri
Tim Hukum PDIP Klaim Tahu Keberadaan Harun Masiku di Luar Negeri dari Media
Janggal Upaya PDIP Inginkan Harun Masiku Jadi Anggota DPR
Percaya Ditjen Imigrasi, KPK Yakin Harun Masiku Masih Berada di Luar Negeri
PDIP Bentuk Tim Hukum Hadapi Pemberitaan Kasus Suap Harun Masiku

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini