Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejauh ini masih belum menyampaikan perkembangan terbaru soal dugaan korupsi jual beli tambahan kuota haji 2024. Meski statusnya sudah naik ke tahap penyidikan.
Menurut Ketua KPK Setyo Budiyanto, setiap perkara memiliki dinamika berbeda, sehingga tahapan penyidikan tidak bisa dinilai hanya dari cepat atau lambatnya proses.
“Saya kira relatif lah itu. Cepat atau lambat atau lama ya relatif. Karena kalau misalkan kita bercepat tapi kemudian secara kemudian masih ada yang kurang, ya nanti khawatirannya kan malah proses penyidikannya akan sedikit banyak membuat tambahan pekerjaan buat para penyelidik,” ujar Setyo di Jakarta, Kamis (4/12).
Kendati begitu, Setyo menegaskan bahwa proses penyidikan masih sesuai jalur. Pihaknya masih terus melakukan koordinasi antara penyidik dan tim penuntutan.
“Sejak awal mereka sudah berkoordinasi untuk bisa memastikan jalannya proses penyidikan ini mulus sampai nanti pada tahap penuntutan,” kata Setyo.
Advertisement
Setyo mengungkapkan bahwa penyidik KPK saat ini masih berada di Arab Saudi untuk menelusuri langsung dugaan penyimpangan dalam proses tambahan kuota haji 2024.
“Sampai saat ini tim masih ada di luar negeri. Mereka sedang mengumpulkan data, mengecek lokasi, dan berkoordinasi dengan pemerintah Arab Saudi untuk bisa memastikan bahwa dugaan-dugaan yang sedang didalami oleh penyelidik itu sesuai dengan kondisi di lapangannya,” jelasnya.
Menurut Setyo, tim diperkirakan akan kembali ke Indonesia pada akhir pekan atau awal pekan depan. Selain penyidik, jaksa penuntut juga ikut turun ke lapangan.
“Harapan kami mereka mungkin diperkirakan baru minggu depan ya, mungkin minggu ini akhir minggu ini lah baru pulang ke Indonesia dan bukan hanya penyelidik saja ya, ada (tim jaksa) penuntunnya juga yang berangkat itu,” imbuhnya.
Setyo menambahkan, laporan lengkap dari tim di Arab Saudi akan menjadi dasar lanjutan proses penyidikan.
“Tapi kalau sudah detail semuanya, lengkap semuanya, saya yakin perjalanan penyidikan akan lebih mudah jadi baru nanti laporannya pasti akan kami kaji, dilaporkan ke pimpinan,” ujarnya.