KPAI Temukan BGN Nunggak Rp1 Miliar di Dapur SPPG Singaparna Tasikmalaya, Alat Makan untuk MBG Tidak Terawat

Temuan itu didapatkan KPAI usai melakukan inspeksi mendadak di SPPG Kecamata Singaparna Kabupaten Tasikmalaya.

Muhammad Radityo Priyasmoro
KPAI Temukan BGN Nunggak Rp1 Miliar di Dapur SPPG Singaparna Tasikmalaya, Alat Makan untuk MBG Tidak Terawat
KPAI Temukan BGN Nunggak Rp1 Miliar di Dapur SPPG Singaparna Tasikmalaya, Alat Makan untuk MBG Tidak Terawat (Merdeka.com)

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) belum mendapatkan dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) senilai Rp1 miliar. Temuan itu didapatkan KPAI usai melakukan inspeksi mendadak di SPPG Kecamata Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (8/5).

"Benar, ketika KPAI melakukan pengawasan di salah satu SPPG Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasik. Kepala SPPG menyampaikan ke saya bahwa ada tunggakan hampir Rp1 miliar belum dibayar oleh BGN," kata Wakil Ketua KPAI Jasra Putra saat dikonfirmasi Liputan6.com, Senin (19/5).

Menurut Jasra, KPAI saat ini masih mendalami sejak kapan SPPG tersebut belum menerima dana operasional. Dia memastikan, temuan KPAI itu akan dikonfirmasi ke BGN agar mendapatkan informasi utuh.

"KPAI masih mendetilkan, tapi benar informasi yang kita dapatkan bahwa SPPG belum mendapatkan bayaran," ujar Jasra.

Alat Makan MBG Tidak Terawat

Selain tunggakan dana operasional MBG, KPAI juga menemukan hal lain di Singaparna, khususnya di SMUN 2 Singaparna.

"Kami temukan sekolah tersebut belum menyediakan sabun cuci tangan di wastafel. Kemudian alat makan yang telah di gunakan dalam penyajian MBG tidak memiliki tempat sementara yang baik, sebelum diambil pihak SPPG, sehingga alat dan sisa makanan tidak terawat dengan baik," ujar Jasra.

KPAI menyarankan, perlu pemilahan penyajian makanan, karena ada anak anak yang alergi makanan tertentu. Terakhir, perlunya variasi menu MBG.

"Anak-anak jenuh dengan menu yang ada dan meminta variasi menu, sehingga menjadi persoalan saat di konsumsi anak," dia menandasi.

Rekomendasi