Rubi mengungkap alasan perempuan dari Asean turut dihadirkan
Kongres Wanita Indonesia (Kowani) bakal menggelar acara peringatan Hari Kebaya Nasional (HKNl pada tanggal 24 Juli 2024.
Acara itu bakal digelar di Istora Senayan yang akan dihadiri 7000 perempuan Indonesia hingga Asean.
"Nanti Insha Allah dengan rangkaian acara dan hari puncak pada tanggal 24 Juli di istora senayan hadir 7000 perempuan Indonesia dan bukan hanya perempuan di Indonesia, tetapi perempuan dari Asean," kata Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wigoyo sebelum membuka diskusi persiapan HKN di Kantor Kowani, Jakarta Pusat, Jumat (5/7).
Advertisement
Rubi mengungkap alasan perempuan dari Asean turut dihadirkan. Dia mengatakan, hal ini bertujuan agar kebaya Indonesia diakui oleh Unesco.
"Kaena tujuan kita adalah goalnya diakui sebagai warisan tak benda oleh Unesco bersama dengan negara negara Asean lainnya yaitu adalah Malaysia, Singapura, Brunei dan Thailand," ucapnya.
Rubi menuturkan, pada tanggal 24 Juli nanti bukan hanya politisi yang mengenakan kebaya.
Tetapi para peneliti, jurnalis, hingga para pedagang.
"Bukan memerankan tapi pelaku langsung pedagang sayur, pedagang jamu, kemudian juga ada cleaning service yang ada di jalan jalan," tuturnya.
Rubi menambahkan, rencananya Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir pada acara di Istora itu. Menurutnya, pencanangan hari kebaya nasional ini adalah warisan dari pemerintahan Jokowi.
Advertisement
"Insya Allah tentunya bapak presiden akan hadir karena merupakan legacy dari pemerintahan dari kabinet Indonesia Maju, dengan menurunkan legacy pencanangan hari kebaya nasional," ucap Rubianto.
"Jadi alhamdulillah kita bisa sebagai pencetak sejarah, kita bisa sebagai history maker," tukasnya.