Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kontroversi Wagub Lampung, Komentari Video Bima Hingga Dipanggil KPK

Kontroversi Wagub Lampung, Komentari Video Bima Hingga Dipanggil KPK Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim. ©2019 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memeriksa pejabat Provinsi Lampung buntut viral temuan jalan rusak. Hari ini, Rabu (17/5), giliran Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Lampung, Chusnunia Chalim atau Nunik yang diperiksa.

"Benar besok Rabu 17 Mei KPK akan klarifikasi LHKPN wakil gubernur Lampung," ungkap Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri, Senin (15/5) kemarin.

Nunik akan diminta klarifikasi soal Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya yang mencapai Rp 13,6 miliar.

"Nanti tentu Tim Kedeputian Pencegahan akan menjelaskan lebih lanjut teknik klarifikasi terhadap Wakil Gubernur Lampung," katanya.

Selain harta kekayaannya bernilai fantastis, Nunik juga terseret sejumlah kontroversi. Berikut di antaranya:

Mengaku Kerja Bukan untuk Viral

Nunik sempat menanggapi video Tiktoker Bima yang mengkritik jalan rusak di Lampung. Dia menyebut pekerjaan pemerintah daerah bukan untuk menjawab hal viral saja.

"Bukan berarti gara-gara viral dikerjakan, saya jelaskan pekerjaan kami bukan soal untuk viral atau menjawab viral, jadi kita kerja siang malam bukan urusan sama viral," ucap Nunik.

Dia juga mengatakan, anggaran Pemprov Lampung terbatas. Sehingga anggaran yang ada dimaksimalkan untuk hal-hal yang mendesak.

Disebut Pansos

Setelah keluarga Bima mendapat intimidasi, Wagub Lampung justru membuat unggahan di Instagram seolah dirinya membela Bima dengan meminta Pemerintah Kabupaten Lampung Timur serta DPRD Provinsi Lampung menjamin keamanan dan keselamatan keluarga Bima.

"Lagi nelepon bang Nover, bang itu ada orang tuanya anak yang di Australia si Bima, itu katanya dia bikin video orang tuanya terancam. Abang tolong datangi ke rumahnya bilang aman, kita backup, semua orang boleh kritik," tulis Nunik dalam akun Instagram pribadinya.

Dia juga mengatakan siapa pun boleh mengkritik Pemprov Lampung.

"Jangan khawatir semua orang boleh kok kritik, kalau ada bahasa yang tidak pas, cukup kita benerin aja. Tapi semua orang bebas mengkritik karena kita berdemokrasi. Tolong dibantu ya bang, nanti saya kesana juga," tegas dia.

Nunik juga menitipkan agar komunikasi dan koordinasi tetap terjalin.

"Jangan khawatir koordinasikan dengan temen-temen di sana. Kalau bisa temui dan komunikasikan dengan Pak Bupati. Titip, dibantu biar merasa aman," lanjut Nunik dalam unggahannya.

Namun, upaya Nunik dianggap panjat sosial atau pansos oleh sejumlah warganet.

Mobil Dinas Nunggak Pajak

Belakangan juga disorot soal mobil dinas Gubernur dan Wagub Lampung yang diketahui menunggak pajak. Padahal Pemprov Lampung memiliki program diskon pajak kendaraan bermotor bagi masyarakatnya.

Kendaraan dinas jenis SUV Marcedes Benz bernomor plat BE 1 terlambat membayar pajak satu bulan lebih satu hari. Sedangkan kendaraan jenis sama bernomor plat BE 2 terlambat satu bulan lebih empat hari.

Atas kejadian ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengakui adanya kelalaian terkait pembayaran pajak kendaraan dinas milik gubernur dan wakil gubernur Lampung.

"Setelah adanya informasi ini sudah ditangani, maka nanti akan kami cek ulang kendaraan dinas lainnya. Jadi tidak hanya kendaraan milik gubernur dan wakil gubernur Lampung saja, tapi menyeluruh," ucap Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Lampung Achmad Syaifullah.

Harta Rp13,6 Miliar

Dilansir dari situs elhkpn.kpk.go.id, Nunik tercatat memiliki total kekayaan senilai Rp 13.663.133.913. Laporan tersebut disampaikan pada 07 Maret 2022 untuk periodik 2021.

Berdasarkan laporan tersebut, Nunik mempunyai 6 aset berupa tanah dan bangunan dengan total nilai mencapai Rp 6.887.100.000. Adapun ke-6 aset ini tersebar di Kota Jakarta Selatan, Kota Bandar Lampung, Kab Lampung Selatan, Kota Depok.

Dia juga tercatat memiliki 2 unit alat transportasi dan mesin yakni 1 unit mobil Honda Accord tahun 2010 senilai Rp 125.000.000 dan 1 unit mobil Toyota Alphard tahun 2014 senilai Rp 300.000.000.

Kemudian, Nunik tercatat tidak memiliki aset berupa harta bergerak lainnya dan surat berharga. Sedangkan, untuk aset kas dan setara kas milik Nunik berjumlah Rp 6.351.033.913.

Nunik juga tercatat tidak memiliki utang dalam bentuk apapun. Dengan demikian, total kekayaan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim senilai Rp 13.663.133.913 atau Rp 13,66 miliar. Jumlah harta inilah yang nantinya akan diperiksa oleh KPK.

Reporter: Alya Fathinah

Sumber: Liputan6.com

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP