Kompolnas harap penggunaan seragam loreng Brimob tak menyimpang
Merdeka.com - Kapolri Jenderal Sutarman mengeluarkan keputusan Korps Brimob kembali menggunakan pakaian loreng terhitung mulai hari ini. Tapi, pakaian ini hanya dipakai ketika petugas melakukan operasi di daerah rawan konflik.
Komisioner Kompolnas, Adrianus Meliala, angkat bicara terkait keputusan Kapolri itu. Adrianus mengimbau penggunaan seragam loreng itu dilakukan secara tepat.
"Kalau penggunaan terlalu umum menurut saya menyimpang," kata Adrianus saat dihubungi merdeka.com, di Jakarta, Jumat (14/11).
Dalam pandangannya, penggunaan kembali seragam loreng lebih diperuntukkan saat operasi khusus seperti di daerah yang rawan konflik. Sehingga jika penggunaan seragam itu tak sesuai dengan posisinya malah menjadi preseden buruk di masyarakat. Bahkan menyimpang dari harapan Korps Bayangkara untuk lebih dekat dengan masyarakat.
"Kalau pemakaiannya tidak sesuai pada tempatnya, menurut saya malah akan jadi kontraproduktif dari harapan Polri dan Brimob," kata pria yang juga dosen Kriminolog dari Universitas Indonesia ini.
Secara pribadi dia mengapresiasi keputusan Kapolri itu. Sebab menurutnya, tujuan penggunaan kembali seragam itu untuk mempermudah tugas personel anggota Brimob di lapangan.
"Nampaknya penggunaan seragam itu untuk operasi khusus yang bersifat penyamaran. Karena kalau mereka dalam penyamaran kemungkinan aman," kata dia.
Seperti diketahui sesuai dengan Keputusan Kapolri No 781/IX/2014 tanggal 24 September 2014. Kapolri Jenderal Sutarman, meresmikan kembali penggunaan pakaian dinas lapangan (PDL) bermotif loreng, di tubuh Korps Brimob Polri, mulai hari ini, Jumat (14/11). Menurut Sutarman, tujuan penggunaan bermotif loreng itu kembali salah satunya dalam rangka menjaga historis perjuangan Korps Bayangkara saat masa perjuangan.
"Berdasarkan keputusan Kapolri, penggunaan pakaian dinas lapangan PDL bermotif loreng secara resmi digunakan kembali saat bertugas di lapangan," kata Sutarman di Mako Brimob.
Sutarman mengatakan, fungsi dari seragam PDL loreng ini untuk keperluan tugas operasional Brimob, khususnya bagi anggota Brimob yang bertugas melakukan patroli di daerah. Sebab menurutnya pakaian itu sangat efektif dalam rangka melakukan penyamaran.
"Itu perlu digunakan misalnya saat menghadapi kelompok separatis," katanya (mdk/lia)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya