Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Komnas HAM Kecewa Penggusuran di Tamansari Ricuh

Komnas HAM Kecewa Penggusuran di Tamansari Ricuh Penggusuran bangunan di Bandung. ©2019 Merdeka.com/Aksara Bebey

Merdeka.com - Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik merasa kecewa dengan apa yang terjadi di Tamansari, Bandung, terlebih berujung ricuh. Dia menuturkan, dalam kasus ini memang ada warga yang memilih mediasi dengan Pemerintah Kota Bandung, ada juga yang menggunakan jalur lain.

"Karena mereka memilih jalur PTUN ya tentu silakan. Yang mediasi, kita urusi. Tiba-tiba kita dapat informasi seperti itu. Dan kita kecewa kenapa bisa jadi seperti ini," kata Ahmad di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (13/12).

Dia menegaskan, jika ada yang menempuh jalur hukum harusnya proses hukum tersebut dilalui.

"Kemudian apapun tindakan hukum itu, tidak boleh ada kekerasan itu sangat disayangkan," jelas Ahmad.

Dia menegaskan, pelaku diduga kekerasan tersebut harus diperiksa. Seharusnya itu tidak boleh terjadi.

"Kita menyayangkan kalau ada tindakan kekerasan ada SOP yang harus dipatuhi dalam penegakan hukum," pungkasnya.

Diketahui, Pemerintah Kota Bandung mengeksekusi bangunan di kawasan RW 11, Kelurahan Tamansari. Penggusuran dilakukan sebagai langkah penertiban aset lahan untuk melanjutkan proyek pembangunan rumah deret.Proses penggusuran mendapat penolakan dari warga. Warga menilai status hukum lahan masih berproses di pengadilan.

Dari pantauan, suasana panas sudah dimulai saat ratusan anggota Satpol PP dari Pemerintah Kota Bandung dibantu anggota Polisi dan TNI mendatangi lokasi. Akses masuk menuju kawasan pemukiman ditutup. Petugas dan perwakilan warga sempat melakukan dialog.

Pihak warga meminta pemerintah menunda penggusuran karena mereka belum memiliki tempat tinggal pengganti. Sedangkan Satpol PP menggunakan argumen menjalankan perintah dari atasan.

Akhirnya, Satpol PP memasuki kawasan warga. Beberapa bangunan dirobohkan dengan alat berat. Resistensi warga terhadap pembongkaran bangunan mendapat bantuan dari kelompok pemuda dengan atribut serba hitam.

Di tengah proses pembongkaran, banyak warga yang berteriak meminta penggusuran tidak dilakukan. "Tidak punya hati kalian," teriak salah seorang warga.

Di titik lain, anggota Satpol PP dan sejumlah pemuda terlibat bentrok. Beberapa di antara mereka terlihat melemparkan benda di antara kerumunan. Polisi mengamankan sejumlah orang untuk dimintai keterangan ke Mapolrestabes Bandung.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP