Komnas HAM Beberkan Bukti Gas Air Mata Pemicu Tragedi Kanjuruhan: Dokumen dan Saksi

Kesimpulan sementara ini didukung sejumlah bukti yang telah dikumpulkan Komnas HAM mulai dari dokumen hingga keterangan beberapa saksi.

Bachtiarudin Alam
Oleh Bachtiarudin Alam - Reporter
Komnas HAM Beberkan Bukti Gas Air Mata Pemicu Tragedi Kanjuruhan: Dokumen dan Saksi
Komnas HAM Ungkap Penyebab Utama Tragedi Kanjuruhan. ©2022 Merdeka.com

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memaparkan hasil investigasi sementara atas tragedi Stadion Kanjuruhan. Dugaan sementara, penyebab utama tewasnya ratusan orang dalam tragedi Kanjuruhan adalah tembakan gas air mata.

"Kami meyakini bahwa problem utama dari peristiwa Kanjuruhan adalah penggunaan gas air mata," kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam dalam konferensi pers, Rabu (12/10).

Kesimpulan sementara ini didukung sejumlah bukti yang telah dikumpulkan Komnas HAM mulai dari dokumen hingga keterangan beberapa saksi.

"Kami dengan pendalaman yang kami punyai mulai dari rencana pengamanan, prakondisi, beberapa dokumen sampai dokumen kunci kami sampai detik ini," ujarnya.

Data saat ini, ada 738 korban tragedi Kanjuruhan. Rinciannya, 132 orang meninggal dunia dan 606 orang mengalami luka-luka disebabkan.

"Pemicu dari jatuhnya banyak korban adalah gas air mata, termasuk yang ke tribun," ujar Anam.

Anam juga mengungkapkan temuan lain saat kerusuhan. Suporter, kata Anam, sempat melemparkan sepatu ke lapangan Stadion Kanjuruhan akibat tak kuat mendapatkan semprotan gas air mata.

"Jadi kami menemukan banyak sepatu di lapangan karena kepanikan gas air mata yang tadinya di tembakan ke lapangan lalu ke tribun. Sebagai senjata ketidakberdayaan makanya sepatu dipakai," ujarnya.

Sebelumnya, Polri menegaskan penyebab dari kematian ratusan orang dalam tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur bukan dikarenakan kandungan dalam gas air mata yang dilepaskan petugas saat pengendalian massa.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyampaikan, berdasarkan keterangan dokter Rumah Sakit Saiful Anwar Malang bahwa tidak ada yang menyebut gas air mata menjadi penyebab kematian dalam tragedi Stadion Kanjuruhan.

"Dari penjelasan para ahli, spesialis yang menangani korban yang meninggal dunia maupun korban-korban yang luka, dari dokter spesialis penyakit dalam, penyakit paru, penyakit hati dan juga spesialis penyakit mata menyebutkan tidak satupun yang menyebutkan penyebab kematian adalah gas air mata," tutur Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (10/10).

Menurut Dedi, penjelasan tersebut didapatnya dari Direktur RS Saiful Anwar saat kunjungannya langsung ke rumah sakit pada Senin, 3 Oktober 2022. Dia datang bersama dengan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta, serta beberapa pejabat lainnya.

"Tapi penyebab kematian adalah kekurangan oksigen. Terjadi berdesak-desakkan, kemudian terinjak-injak, bertumpuk-tumpukan yang mengakibatkan kekurangan oksigen pada Pintu 13, 11, 14, 3," jelas Dedi.

Rekomendasi