Kodam I/BB Sigap Bangun Jembatan Darurat Tapanuli Selatan, Pulihkan Akses Warga Terdampak Banjir
Tentara Kodam I/BB sigap membangun jembatan darurat di Tapanuli Selatan untuk memulihkan akses vital warga Desa Garoga yang terputus akibat banjir bandang.
Tentara dari Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan (Kodam I/BB) telah mendirikan jembatan darurat di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Pembangunan ini dilakukan untuk membantu evakuasi warga yang terdampak banjir di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru. Akses utama desa tersebut terputus total setelah sungai meluap dan merusak jalan penghubung.
Jembatan sementara ini menjadi solusi cepat bagi masyarakat yang membutuhkan jalur penyeberangan. Kolonel Asrul Kurniawan Harahap, Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan (Kapendam), menyatakan bahwa jembatan dibangun setelah jalur akses utama terputus. Kondisi ini menyebabkan kesulitan mobilitas bagi penduduk setempat.
Pembangunan jembatan ini juga didukung oleh tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan sukarelawan. Mereka memanfaatkan batang-batang kayu yang terbawa arus banjir untuk membuat konstruksi penyeberangan. Jembatan ini dirancang khusus untuk pejalan kaki, memastikan warga dapat bergerak dengan lebih aman.
Akses Vital Terputus, Jembatan Darurat Tapanuli Selatan Jadi Solusi Cepat
Kolonel Asrul Kurniawan Harahap menjelaskan bahwa jembatan ini dibangun setelah jalur akses utama benar-benar terputus. “Jembatan ini dibangun setelah jalur akses utama terputus total saat luapan sungai merusak jalan penghubung,” ujarnya di Medan pada Minggu. Kondisi darurat ini memerlukan respons cepat dari pihak militer dan lembaga terkait.
Batang-batang kayu yang sebelumnya hanyut terbawa banjir dimanfaatkan sebagai material utama. Kayu-kayu tersebut ditumpuk sedemikian rupa untuk menciptakan titik penyeberangan. Solusi inovatif ini memungkinkan warga untuk kembali memiliki akses, meskipun bersifat sementara.
Meskipun tidak permanen, jembatan ini sangat membantu mobilitas penduduk. Terutama bagi warga yang perlu melintas antara Batang Toru dan Sibolga. Kehadiran jembatan darurat ini mempercepat proses distribusi bantuan logistik ke area terdampak banjir.
Asrul menambahkan, “Penyeberangan sementara ini telah mempercepat distribusi bantuan dan memfasilitasi evakuasi warga yang masih terdampak banjir.” Koordinasi terus dilakukan dengan pemerintah daerah setempat hingga kondisi kembali normal sepenuhnya.
Evakuasi dan Penemuan Jenazah di Tengah Bencana Banjir
Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Kodam I/BB tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur. Mereka juga aktif dalam upaya pencarian dan evakuasi korban bencana banjir. Tim ini berhasil menemukan jenazah seorang pria yang meninggal dunia akibat banjir.
Jenazah tersebut ditemukan di Desa Aek Nadol, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Penemuan tragis ini terjadi pada Sabtu, 29 November, sehari sebelum laporan pembangunan jembatan darurat. Korban ditemukan dalam kondisi terjebak di tumpukan kayu yang dibawa arus banjir.
“Jenazah ditemukan terjebak di tumpukan kayu yang terbawa banjir,” kata Asrul. Insiden ini menunjukkan betapa dahsyatnya dampak banjir yang melanda wilayah tersebut. Upaya penanggulangan bencana terus berlanjut untuk memastikan keselamatan warga.
Pemerintah daerah dan Kodam I/BB berkomitmen untuk terus berkoordinasi. Mereka berupaya memulihkan kondisi pasca-banjir dan memastikan bantuan tersalurkan dengan baik. Prioritas utama adalah keselamatan dan pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana.
Sumber: AntaraNews