KNKT Masih Pelajari Sistem Mesin Lion Air PK-LQP Jatuh di Karawang

"Untuk memahami itu kita harus ngerti sistemnya pesawat ini. Sekedar informasi butuh dua bulan kami melakukan investigasi pesawat butuh waktu dua bulan."

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
KNKT Masih Pelajari Sistem Mesin Lion Air PK-LQP Jatuh di Karawang
Konferensi Pers KNKT terkait Kecelakaan Lion Air. ©2018 Merdeka.com/Nur Habibie

Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo mengatakan, pihaknya masih terus mempelajari terkait jatuhnya Pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT610.

"Saat ini kita sedang memahami sistem pesawatnya seperti apa kemudian apakah prosedurnya yang digunakan sudah sesuai untuk masalah itu. Apakah prosedurnya ini memang benar menyelesaikan masalah ini. Ini yang sedang kita pelajari, bukunya tebal banget ribuan halaman saya aja liatnya pusing," kata Nurcahyo di Kantor KNKT, Jakarta Pusat, Kamis (29/11).

Selain itu, saat diwawancara KNKT, teknisi nampak meyakini telah memperbaiki kerusakan sesuai prosedur buku panduan.

"Mereka bilang saya mengacu buku sekian buku bilang apa ikutin, kan banyak sekali judul apakah dia memilih judul yang sesuai. Kalau memang judulnya sesuai apakah itu bisa menyelesaikan masalah. Itu-lah yang sedang kita pelajari," jelasnya.

Proses tersebut bisa memakan waktu dua bulan. "Untuk memahami itu kita harus ngerti sistemnya pesawat ini. Sekedar informasi butuh dua bulan kami melakukan investigasi pesawat Lion Air butuh waktu dua bulan," ungkapnya.

"Jadi ini sekarang kita juga masih belajar sistem pesawat-pesawat apa. Tapi kita sudah punya datanya hanya memastikan mengapa apa yang dilakukan engineer sebelumnya tidak menyelesaikan masalah," sambungnya.

Rekomendasi