Klinik Tempat Dokter Kandungan Cabul di Garut Angkat Bicara, Akui Banyak Keluhan soal Perilaku MSF

“Saya juga sudah koordinasi dengan pihak kepolisian untuk selanjutnya kami serahkan kepada kepolisian,” jelasnya.

Mochammad Iqbal
Oleh Mochammad Iqbal - Reporter
Klinik Tempat Dokter Kandungan Cabul di Garut Angkat Bicara, Akui Banyak Keluhan soal Perilaku MSF
Klinik Tempat Dokter Kandungan Cabul di Garut Angkat Bicara, Akui Banyak Keluhan soal Perilaku MSF (Merdeka.com)

Wakil Direktur Klinik Karsa Harsa, Dewi Sri Fitriani mengatakan, dokter spesialis kandungan berinisial MSF memang pernah bekerja di tempatnya. Namun saat ini ia memastikan, oknum dokter tersebut sudah tidak bekerja lagi di tempatnya.

“Dokter (MSF) bertugas sekitar dua tahun dari tahun 2023 sampai sekarang, tapi kalau di klinik sudah tidak praktek di sini,” kata Dewi, Selasa (15/4).

Ia menjelaskan, selama MSF bertugas di kliniknya, sejumlah pasien sempat menyampaikan keluhan sosok sang dokter yang melakukan pelecehan seksual itu. 

“Saya juga sudah koordinasi dengan pihak kepolisian untuk selanjutnya kami serahkan kepada kepolisian,” jelasnya.

Sejak beberapa kejadian itu, menurut Dewi, di 2025 MSF sudah mulai tidak sering praktik di kliniknya. Sang dokter pun disebutnya sudah menyampaikan, dirinya tidak lagi praktik kepada pasien-pasiennya.

“Dari tahun ini sudah mulai tidak praktik dan tidak ada praktik khusus di sini, jadi hari-hari tertentu dan ke pasien juga sudah bilang tidak praktik lagi di Garut. Karena memang beliau juga sudah tidak praktik di rumah sakit manapun di Garut, jadi saat ini beliau praktiknya dimanapun saya kurang tahu,” sebut Dewi.

Dewi mengatakan, pihaknya akan segera mencabut papan nama MSF yang terpampang di kliniknya untuk agar masyarakat mengetahui bahwa sang dokter sudah tidak lagi bekerja di tempatnya. 

“Takutnya (ada) anggapan negatif ke kita (dari) masyarakat, masih menerima dokter tersebut padahal sebetulnya sudah tidak,” katanya.

Dengan adanya kejadian tersebut, Dewi mengaku pihaknya sangat dirugikan, bukan hanya secara pribadi namun kepada seluruh dokter-dokter yang ada di Indonesia.

Apalagi sekarang ini dokternya tak lagi praktik di kliniknya. Tapi hanya mencoreng nama baik klinik tersebut.

“Jujur sangat dirugikan sekali, apalagi bukan hanya klinik saja secara pribadi tetapi kepada seluruh dokter-dokter di Indonesia karena dengan adanya satu oknum ini jadi mencoreng seolah-olah dokter itu sama. Kami selanjutnya serahkan ke kepolisian, karena kalau dokternya sudah tidak praktik disini lagi, kalau tuntutan dan sebagainya kami akan koordinasikan dulu,” pungkasnya.

Rekomendasi