Klaim Dana Desa Bermanfaat untuk Kaum Ibu, Sekjen PDIP Kembali Sindir Kubu Sebelah

Sekjen PDIP menyiratkan bahwa dana desa bukti nyata kinerja pemerintahan Jokowi. Dia kembali menyindir kubu lawan di Pilpres. Menurutnya, program pemerintahan Jokowi dengan kubu Prabowo-Sandi adalah soal nyata dan tidak nyata. Bila kubu Jokowi, programnya selalu nyata tak sekedar wacana.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Klaim Dana Desa Bermanfaat untuk Kaum Ibu, Sekjen PDIP Kembali Sindir Kubu Sebelah
Hasto Kristiyanto di Medan. ©Liputan6.com/Putu Merta

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bersama Ketua DPP Djarot Saiful Hidayat, meyakini bahwa dana desa benar-benar dirasakan masyarakat. Terlebih untuk kaum ibu.

Keyakinan ini disampaikan usai kedua pentolan PDIP itu mengunjungi salah satu tempat kerajinan dan tempat pelatihan bernama Kedai Kreasi Omak di Kisaran, Kabupaten Asahan.

"Dana desa ini bisa membuka lapangan kerja. Lapangan kerja yang dibuka dana desa itu pasti padat karya. Dan itulah membuka kesempatan kerja kepada warga desa, termasuk emak emak untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Di samping dana desa untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang dikerjakan oleh desa itu sendiri," ucap Djarot di lokasi, Minggu (16/12).

Dia menyiratkan bahwa ini bukti nyata kinerja pemerintahan Jokowi. Dia kembali menyindir kubu lawan di Pilpres. Menurutnya, program pemerintahan Jokowi dengan kubu Prabowo-Sandi adalah soal nyata dan tidak nyata. Bila kubu Jokowi, programnya selalu nyata tak sekedar wacana.

"Kalau sebelah itu hanya demi elektabilitas saja, ramai-ramai saja, hura-hura. Kalau cuma wacana saja, tidak ada kerja nyata," kata Djarot.

Di Kedai Kreasi Omak, dipajang sejumlah produk hasil kerajinan. Ada ulos, keripik kulit pisang, pisang sale, tudung saji, dan berbagai pernak pernik buatan tangan.

Produsennya adalah para ibu dan remaja putri dari belasan desa di kabupaten itu. Mereka dididik di setiap desa maupun kecamatan. Proses pendidikannya menggunakan pendanaan dari Dana Desa.

"Ini bagian dari one village one product (satu desa satu produk). Yang mengerjakan ibu-ibu dan remaja," kata Nora, salah seorang pendamping program itu.

Hasto juga sempat mencicipi kerupuk kulit pisang. Kata Nora, kerupuk itu merupakan kreasi para ibu karena tak suka melihat limbah kulit pisang awak dan pisang ambon yang kerap terbuang. Setelah diolah sedemikian rupa, dimana kulit pisang direbus lalu dijemur, jadilah kerupuk itu.

"Wah enak juga nih," kata Hasto sambil meminta rombongannya mencicipi kerupuk kulit pisang.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi