Kisah wanita penghibur doyan konsumen Korea
Merdeka.com - Seorang wanita berambut pirang dengan poni di atas alis mata, terlihat sedang duduk manis di depan ruko Toto Karaoke. Wanita yang mengaku bernama Niken ini, adalah seorang wanita pemandu lagu atau yang lebih dikenal dengan sebutan Lady Companion (LC) di tempat karaoke tersebut.
Niken menceritakan, seputar pekerjaan yang dijalani setiap malam. Perempuan berkulit putih ini mengaku lebih suka menemani ekspatriat asal Korea dibanding yang lokal. Menurut Niken, lelaki Korea memiliki sifat yang loyal alias tidak pelit.
"Kalau orang Korea tuh baik-baik, udah gitu ganteng kalau yang masih muda. Mereka kalau ngasih uang tips itu lumayan gede," kata Niken, yang mengaku asli kelahiran Cikarang 23 tahun lalu, saat berbincang dengan merdeka.com, Jumat (26/9).
Niken mengatakan, tempat hiburan malam di Jalan Singaraja, memang selalu ramai oleh para ekpatriat baik dari Korea ataupun Jepang. Berbeda dengan Korea, Niken mengaku jika orang Jepang memilki sifat pemarah jika tidak puas dilayani.
"Kalu orang jepang rata-rata galak-galak orangnya. Tapi kalau kita nurutin maunya mereka duit sih dikasih banyak," jelasnya.
Niken mengaku, ketampanan para ekspatriat Korea adalah faktor utama baginya untuk mau melayaninya. Niken pun rela diperlakukan apapun oleh laki-laki tersebut.
"Kalau yang muda ganteng-ganteng. Gue mah rela diapain juga. Kalau suka sama suka yang tinggal cari tempat di luar. Tapi biasanya kebanyakan yang udah tua yang ngajak gituan. Kalau anak muda biasanya cuma seneng-seneng di dalam karaoke aja," ucap Niken.
Niken adalah satu dari ratusan perempuan yang bekerja di tempat hiburan malam. Dia pun berharap kelak bisa berhenti dari pekerjaannya dan bisa menikahi ekspatriat Korea yang dilayaninya.
"Mudah-mudahan aja dapet jodoh orang korea, soalnya kan mereka kaya-kaya di sini. Kalau dapet jodoh orang Korea gue pasti berhenti lah," tandasnya.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya