Kisah Salmiati, Pahlawan Penyelamat Kucing Terdampak Banjir Bandang di Padang

Di tengah kepungan bencana, Salmiati, penyelamat kucing banjir di Padang, beraksi. Ia rela berkeliling kota menyelamatkan puluhan kucing telantar, menunjukkan empati luar biasa.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kisah Salmiati, Pahlawan Penyelamat Kucing Terdampak Banjir Bandang di Padang
Di tengah kepungan bencana, Salmiati, penyelamat kucing banjir di Padang, beraksi. Ia rela berkeliling kota menyelamatkan puluhan kucing telantar, menunjukkan empati luar biasa. (AntaraNews)

Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Provinsi Sumatera Barat pada Kamis (27/12) lalu menyisakan duka mendalam bagi warga. Fokus utama evakuasi dan penyelamatan manusia menjadi prioritas, namun di balik itu, ada makhluk lain yang juga turut menjadi korban.

Di tengah situasi genting tersebut, seorang warga bernama Salmiati dari Kampung Teleng, Kelurahan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, menunjukkan kepedulian yang berbeda. Ia mendedikasikan dirinya untuk mencari dan menyelamatkan kucing-kucing yang terseret arus banjir bandang serta tanah longsor.

Dengan penuh kasih sayang, Salmiati menolong hewan-hewan malang ini, seolah menolong sesama manusia. Banyak kucing yang ditemukannya dalam kondisi sakit, cedera, bahkan ada yang mengidap tumor, namun semua ia rawat dengan sepenuh hati.

Aksi Penyelamatan Kucing di Tengah Bencana

Selama bencana hidrometeorologi melanda Kota Padang, Salmiati telah berhasil mengevakuasi sekitar 30 ekor kucing yang telantar. Kucing-kucing tersebut ditemukan di berbagai lokasi, mulai dari pinggir jalan, rumah-rumah yang terdampak banjir, hingga tempat pembuangan sampah yang kotor.

Puluhan kucing yang tidak bertuan itu kemudian dibawa ke sebuah selter penampungan miliknya di daerah Kampung Teleng, Kelurahan Padang Besi. Lokasi selter ini sengaja dipilih di tempat yang agak terpencil dan jauh dari keramaian, tepatnya di ujung kompleks permukiman dengan akses jalan berbatu.

Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan, Salmiati dan suaminya mempertimbangkan kenyamanan warga sekitar. Sebelumnya, ia sempat diusir warga karena aktivitasnya memelihara dan menampung ratusan kucing serta anjing telantar dianggap mengganggu.

Dedikasi dan Tantangan dalam Merawat Hewan

Di selter yang tampak seperti gudang berukuran sekitar 5 x 25 meter itu, kini terdapat sekitar 130 ekor kucing, dua anak anjing, dan satu anjing dewasa. Tempat penampungan ini terbagi menjadi tiga ruangan berbeda yang disekat, masing-masing untuk kucing sehat, kucing dalam masa pemulihan, dan kucing dengan kondisi sakit parah.

Salmiati mengungkapkan bahwa perjuangannya sebagai penyelamat kucing telantar sudah dimulai sejak tahun 2009. Sejak saat itu, ia telah mengevakuasi sekitar 1.000 ekor kucing dan anjing, sebagian besar diadopsi, namun ada juga yang tidak tertolong.

Kisah ini bermula saat ia masih bekerja sebagai kurir dan tanpa sengaja melihat seekor kucing mengeong di tempat pembuangan sampah. Hatinya tergerak, meskipun sempat ragu. "Awalnya saya memang tidak mau menyelamatkan kucing itu, tapi setelah saya berlalu, hati saya terus berkata untuk menyelamatkannya," kenangnya.

Mengandalkan Donasi dan Impian Selter yang Lebih Layak

Untuk membiayai perawatan ratusan kucing tersebut, Salmiati awalnya mengandalkan uang pribadi. Namun, seiring bertambahnya jumlah hewan, biaya perawatan dan makanan membengkak, sehingga ia memutuskan untuk membuka donasi melalui media sosial.

Antusiasme masyarakat cukup tinggi dalam memberikan bantuan, dan sebagai bentuk pertanggungjawaban, Salmiati selalu mengunggah catatan pemasukan serta kuitansi pengeluaran. Meskipun demikian, donasi yang terkumpul tidak selalu cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan, termasuk biaya pengobatan dan sterilisasi di dokter hewan.

Salmiati dan suaminya seringkali harus merogoh tabungan pribadi demi kelangsungan hidup hewan-hewan ini. Bagi Salmiati, merawat kucing adalah panggilan hati yang didorong rasa sayang dan empati mendalam. Untuk menambah pemasukan, pasangan ini juga membuka layanan ojek kucing, memandikan, membersihkan, serta penitipan kucing.

Setelah 16 tahun berkecimpung dalam penyelamatan dan perawatan kucing jalanan, Salmiati memiliki satu impian besar. "Harapan saya hanya itu, karena ini adalah tentang perasaan dan batin," ujarnya, yaitu membangun selter penampungan kucing yang lebih besar, layak, dan dilengkapi fasilitas memadai seperti taman, ruang terbuka, dan dukungan kesehatan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi