Kisah Purawisata, kawah candradimuka pedangdut di Yogyakarta

Rabu, 1 Mei 2013 08:42 Reporter : Agib Tanjung
Kisah Purawisata, kawah candradimuka pedangdut di Yogyakarta aktris dan model berbusana tipis. ©Reuters

Merdeka.com - Jika warga Yogyakarta asli, pasti mengetahui tempat hiburan bernama Purawisata. Purawisata ini selalu identik dekat dengan musik dangdut, karena selama masa berdirinya tempat ini menjadi satu-satunya barometer tempat hiburan dangdut di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Ironisnya, pada hari Senin (30/4) lalu Purawisata resmi bubar. Hal itu ditandai dengan perayaan konser terakhir yang menghadirkan beberapa artis dan orkes dangdut ternama. Konser tersebut bertepatan dengan ulang tahun Purawisata yang ke-24 tahun. Menurut informasi, lokasi hiburan dangdut kenamaan kota Jogja ini akan diganti oleh hotel bintang tiga dan bintang empat sesuai keinginan pemiliknya.

Menurut AB Prass, seorang pengamat musik senior Yogyakarta, sejak tahun 1989 Purawisata memang telah melahirkan ratusan bibit pedangdut berkualitas. Bukan hanya itu, Purawisata juga kiblat bagi para pemusik dangdut kawasan Yogyakarta dan sekitarnya.

"Purawisata ini jadi barometer musik dangdut Yogyakarta. Dulunya dimulai dari Dwi Haryono, hingga Riris Arista. Beberapa malah sekarang sudah berkiprah di Jakarta, seperti Cici Camelia, Oky Ardila dan penyanyi-penyanyi lainnya," kata AB Prass, Rabu (1/5).

AB Prass menjelaskan bahwa Purawisata merupakan etalase bagi para pedangdut-pedangdut muda sebelum mereka berkiprah di panggung sesungguhnya. Dari Purawisata ini, mereka menimba ilmu untuk serius menjadi penyanyi dangdut.

"Di sana mereka belajar menghadapi audience, cara tampil, maupun cara berkomunikasi dengan penonton. Jika Purawisata tutup, dipastikan regenerasi dangdut di Yogyakarta akan tersendat," ujar AB Prass.

Sebelumnya, Manager Program Hiburan Purawisata, Isnur Wedoyono atau Wedo menjelaskan, penonton yang datang saat konser penutupan dangdut Purawisata mencapai 700 orang. Meski secara bisnis dangdut Purawisata tidak merugi, sebagai karyawan, Wedo tidak bisa berbuat apa-apa. Menurutnya penutupan status panggung dangdut Purawisata sudah keputusan dari si pemilik.

"Sudah 24 tahun kami mengabdi di bidang dangdut, apa salah kalau kami ganti jenis usaha lain? Semoga ada yang mau mencari lokasi lain untuk menampung peminat dangdut di Yogyakarta," kata Wedo sambil berharap.

[hhw]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini