Ketum Muhammadiyah Tak Permasalahkan Menag Fachrul Razi Berlatar Belakang Militer

Kamis, 24 Oktober 2019 16:37 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Ketum Muhammadiyah Tak Permasalahkan Menag Fachrul Razi Berlatar Belakang Militer Haedar Nashir. ©2015 merdeka.com/muhammad hasits

Merdeka.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir tidak mempermasalahkan penunjukan Menteri Agama baru yang berlatar belakang militer. Sebab, menurutnya, yang terpenting memiliki pemahaman keagamaan yang baik dan bisa menjalankan tugas sesuai tugas pokok dan fungsinya.

"Kami percaya Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi akan menjalankan tugasnya dengan baik," ujarnya di Universitas Muhammadiyah Kudus dilansir Antara, Kamis (24/10).

Dia menilai soal latar belakang bisa bermacam-macam karena pada zaman orde baru juga ada Menteri Agama dari militer yang bernama Alamsjah Ratoe Perwiranegara.

Dia mengucapkan selamat kepada Kabinet Indonesia Maju yang telah dilantik Presiden Jokowi. Haedar berharap semoga para menteri dapat menjalankan amanat dengan baik. "Dalam politik dinamikanya banyak, ada yang puas dan tidak puas," ujarnya.

Para menteri diharapkan bekerja secara optimal membawa Indonesia maju sebagai mana nama kabinet. "Kerja optimal itu sesuai dengan bidangnya harus melahirkan hasil yang signifikan di tengah era populisme. Di mana pejabat publik biasanya selalu mengambil pandangan turun ke bawah, kemudian menjadi popularitas," ujarnya.

Sikap ingin populer, kata dia, harus sudah ditinggalkan. Sehingga ketika harus turun ke bawah bertemu masyarakat tidak hanya berjabat tangan, tetapi menyelesaikan permasalahan di masyarakat.

"Itu yang namanya populisme sejati. Jadi jangan untuk pencitraan," ujarnya.

Dia juga mengingatkan para menteri nantinya akan menjadi sorotan publik. Oleh karena itu. Haedar menyebut para menteri harus punya integritas yang tinggi, baik moral etik maupun profesional.

"Jika sebelum-sebelumnya masih ada satu dua pejabat publik dan daerah tersangkut kasus di KPK, kedepannya jangan ada lagi karena ini wilayah yang akan menjadi teladan," ujarnya.

Keberadaan susunan kabinet baru, kata dia, publik harus ikut membantu mendorong para menteri agar sukses, karena itu jangan dimanjakan dengan pujian berlebihan mengingat menteri baru ada yang masih muda.

"Kami tentu senang ada anak muda yang prestasi. Tetapi jangan dininabobokan dengan pujian-pujian karena ketika diangkat menjadi menteri dan disumpah serta dilantik oleh presiden. Saat itu mereka harus bisa membuktikan bahwa mereka punya tantangan besar," ujarnya.

Dia tidak ingin menteri muda terlalu dipuji berlebihan sehingga dia lupa akan tugas utama, lalu dia nanti masuk pada kesenangan publikasi. [ray]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini