Ketua Satgas Buat Enam Rekomendasi Pengendalian Kasus Covid-19 di Daerah

Minggu, 13 Juni 2021 21:37 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Ketua Satgas Buat Enam Rekomendasi Pengendalian Kasus Covid-19 di Daerah Kepala BNPB dan KetuaSatgas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Ganip Warsito. ©2021 Merdeka.com/Satgas Covid-19

Merdeka.com - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito membeberkan enam rekomendasi dalam rangka pengendalian kasus Covid-19 di daerah. Pertama yaitu mengoptimalkan 3K yakni komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi.

"Memastikan kerja sama pusat sampai daerah berjalan dengan baik. Kerjasama mulai dari Gubernur, bupati/wali kota samapi jalur koordinasi RT/RW dioptimalkan dengan bantuan TNI/Polri perlu menggandeng toko masyarakat, tokoh agama, tokoh adat untuk mengajak kedisiplinan pada prokes," katanya dalam akun YouTube BNPB, Minggu (13/6).

Kedua, kata dia, merekomendasikan tentang penguatan disiplin prokes dan pembatasan mobilitas dan aktivitas penduduk.

"Konsepnya adalah pemerintah daerah dalam hal ini Satgas Covid-19 daerah dan aparat keamanan harus terus mengawal jalannya prokes 3M serta melakukan kegiatan penegakan disiplin melalui operasi yustisi di daerah zona merah," bebernya.

Kemudian ketiga, Ganip merekomendasikan peningkatan jumlah pemeriksaan testing dan memasifkan kegiatan tracing. Dia mengatakan memastikan jumlah pemeriksaan testing bertambah dan kegiatan tracing dilakukan maksimal untuk menjaring pasien terinfeksi termasuk yang bergejala.

Lalu keempat, Ganip merekomendasikan, ketersediaan obat, alat kesehatan, dan memaksimalkan fungsi karantina terpusat posko daerah. Pemda harus memastikan kecukupan sumber daya manusia nakes, alkes, dan obat-obat.

Kelima, pengetatan pelaksanaan PPKM berskala mikro dan mengoptimalkan peran posko dan monitor evaluasi data kasus Covid-19. Dia mengatakan, setiap daerah harus melakukan pemantauan rutin data jumlah kasus aktif, kematian, dan kesembuhan serta bed occupacy rate di ICU dan isolasi.

Terakhir, dia juga merekomendasikan, upaya antisipasi lonjakan kasus terutama menjelang perayaan Iduladha 1442 Hijriah atau pada 2021 Masehi.

"Menjelang Idul Adha perlu mengantisipasi meningkatnya penyebaran Covid-19 yang disebabkan, peningkatan mobilitas penduduk," ungkapnya.

Terutama kata dia di tempat perbelanjaan, wisata, hingga prosesi penyembelihan hewan kurba. Dia meminta mobilitas masyarakat perlu diantisipasi sedini mungkin.

"Harus sedini mungkin kita antisipasi agar tidak menimbulkan lonjakan-lonjakan covid lebih memperparah dari kondisi selanjutnya," tutup Ganip. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini