Ketua Pelaksana Satgas Sebut Kopdes Merah Putih Dorong Ekonomi Merata di Kota dan Desa

Wamenkop Ferry Juliantono menyoroti fenomena perpindahan anak muda ke kota untuk mencari pekerjaan.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Ketua Pelaksana Satgas Sebut Kopdes Merah Putih Dorong Ekonomi Merata di Kota dan Desa
Wakil Menteri Koperasi, Ferry Juliantono (merdeka.com)

Ketua Pelaksana Harian Satgas Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sekaligus Wakil Menteri Koperasi, Ferry Juliantono bersama Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya secara resmi membuka acara sosialisasi Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih Provinsi Aceh.

Acara ini dihadiri ribuan kepala desa, camat, serta bupati dan wali kota se-Provinsi Aceh. Acara berlangsung di Balee Meuseuraya, Aceh.

Wamenkop Ferry Juliantono menyoroti fenomena migrasi anak muda ke kota untuk mencari pekerjaan. Kopdes Merah Putih, kata Ferry, menilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata, tidak hanya di perkotaan, tetapi juga di desa-desa.

“Program ini benar-benar bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat ke depan,” ujar Ferry dalam keterangannya, Jumat (23/5).

Lebih lanjut, Ferry menyampaikan Koperasi Desa Merah Putih merupakan salah satu upaya untuk memerangi praktik Pinjaman Online (Pinjol) dan rentenir yang banyak menjerat masyarakat desa di Indonesia.

"Jumlah dari Bank Indonesia yang kami dapatkan, lebih dari 4 juta masyarakat Indonesia terjebak pada Pinjol. Dan itu juga banyak menjerat anak-anak muda," ujarnya.

Perkuat Fondasi Lokal

Ferry mendukung langkah Provinsi Aceh yang telah mempercepat pelaksanaan Musyawarah Desa Khusus di seluruh wilayahnya, yang ditargetkan selesai akhir Mei 2025.

Musyawarah Desa Khusus ini menjadi fondasi penting untuk pembentukan Kopdes/Kel Merah Putih. Melalui musyawarah, masyarakat desa dapat merumuskan kebutuhan dan potensi ekonomi lokal yang akan menjadi dasar pengembangan koperasi.

Lebih dari itu, Inisiatif ini diharapkan memperkuat fondasi ekonomi lokal melalui koperasi desa, sekaligus mencegah urbanisasi yang tidak seimbang.

Rekomendasi