Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo angkat bicara soal dua penyidik KPK lainnya yang disiram air keras. Namun, Agus mengatakan hal itu merupakan kejadian lama.
"Itu kejadiannya sudah lama, jadi ada yang mobilnya disiram air keras, jadi satu lagi terus terang saya belum mendapatkan info, kalau mobilnya itu kalau enggak salah penyidik yang senior, malah ada yang rumahnya dilempari bom molotov," kata Agus saat ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (14/3).
Namun, Agus enggan membeberkan siapa dua penyidik tersebut. Dia hanya berujar publik dapat mencari peristiwa itu lewat internet. "Ya itu kan anda buka buka berita lama pasti ketemu," ucap Agus.
Sebelumnya, Anggota tim advokasi Novel Baswedan, Alghifari Aqsa menilai penyerangan terhadap Novel bukan merupakan serangan secara pribadi, tetapi juga lembaga KPK. Alghifari mengungkapkan ada dua penyidik KPK yang menjadi korban sama seperti Novel.
Mobil dua penyidik itu mendapatkan siraman air keras. Alghifari menduga dua penyidik tersebut tengah mengungkap kasus korupsi yang menjerat 'orang besar' di Indonesia.
"Ada 2 pegawai KPK yang juga disiram air keras mobilnya kemudian juga ada perusakan terhadap barangnya terkait tugas-tugasnya di KPK ketika mereka menyelidik kasus-kasus yang sensitif dan terkait dengan orang kuat," kata Alghifari di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta, Selasa (13/3).