Ketua Komisi IV DPR Puji Kesiapan Polri Bantu Korban Bencana Tapteng

Ketua Komisi IV DPR RI mengapresiasi kesigapan Polri dalam memberikan bantuan dan penanganan pascabencana di Tapanuli Tengah, termasuk pengerahan alat water treatment untuk korban bencana Tapteng.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ketua Komisi IV DPR Puji Kesiapan Polri Bantu Korban Bencana Tapteng
Ketua Komisi IV DPR RI mengapresiasi kesigapan Polri dalam memberikan bantuan dan penanganan pascabencana di Tapanuli Tengah, termasuk pengerahan alat water treatment untuk korban bencana Tapteng. (AntaraNews)

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, atau akrab disapa Titiek Soeharto, menyampaikan pujian tinggi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) atas respons cepatnya dalam menyalurkan bantuan bagi korban bencana di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Apresiasi ini disampaikan saat kunjungan ke lokasi bencana pada Minggu, 15 Februari.

Kunjungan tersebut dilakukan Titiek Soeharto bersama dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, meninjau langsung hunian sementara (huntara) di Asrama Haji Pinangsori, Tapanuli Tengah. Kehadiran mereka bertujuan untuk memastikan bantuan tersalurkan dan melihat kondisi para pengungsi secara langsung.

Bantuan yang diserahkan, meskipun disebut tidak seberapa, diharapkan dapat memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat terdampak bencana. Titiek Soeharto menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan aparat dalam penanganan pascabencana.

Titiek Soeharto secara khusus mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas respons cepat dalam membantu dan mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat terdampak bencana. Salah satu bentuk bantuan konkret yang disoroti adalah pembangunan hunian sementara (huntara).

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada aparat TNI-Polri yang telah aktif di lapangan sejak hari pertama musibah terjadi. Keterlibatan mereka dalam membersihkan lumpur, mengevakuasi material, serta mendistribusikan makanan dan perlengkapan sangat diapresiasi.

"Saya lihat dari hari pertama sudah turun ke lumpur-lumpur untuk membantu masyarakat, mengeluarkan kayu dan lumpur yang ada di rumah dan juga membawa makanan dan perlengkapan untuk masyarakat," kata Titiek. Harapan besar juga disampaikan agar huntara ini dapat meringankan beban korban dan ke depannya dapat dibangun hunian tetap (huntap) yang lebih baik.

Selain bantuan logistik, Titiek Soeharto juga mengapresiasi langkah inovatif Polri yang mengerahkan alat water treatment untuk korban bencana yang membutuhkan pasokan air bersih. Alat ini menjadi solusi vital di tengah keterbatasan akses air bersih pascabencana.

"Terima kasih Pak Kapolri, tadi saya lihat ada mobile water treatment. Jadi, dari air sungai, air payau bahkan air laut bisa disuling di-treatment bisa jadi air bersih yang siap diminum," ujarnya.

Alat mobile water treatment ini mampu mengolah air dari berbagai sumber, termasuk sungai, air payau, bahkan air laut, menjadi air bersih yang layak minum. Keberadaan alat ini sangat membantu meringankan beban masyarakat.

Titiek berharap unit water treatment semacam ini dapat diperbanyak dan menjangkau lebih banyak daerah yang membutuhkan.

Pada kesempatan tersebut, Polri menyerahkan bantuan berupa 16 truk yang berisi beragam paket. Bantuan ini mencakup sembako, peralatan sekolah, peralatan pertanian, peralatan ibadah, bahan material, hingga traktor tangan.

Huntara di Asrama Haji Pinangsori yang ditinjau terdiri atas 56 unit kamar, menampung sebanyak 154 jiwa pengungsi. Fasilitas ini akan dilengkapi dengan tandon air, MCK (mandi, cuci, kakus), dan sumber air bersih untuk menunjang kebutuhan dasar penghuni.

Titiek Soeharto juga menyampaikan keprihatinan dan duka cita mendalam atas bencana yang melanda tiga provinsi di Sumatera, khususnya di Tapanuli Tengah. Ia berharap para korban diberi kekuatan dan bencana tidak terulang kembali.

"Mudah-mudahan diberi kekuatan lahir batin dalam menghadapi cobaan ini dan bencana tidak datang lagi dan semua masalah di sini bisa teratasi," pungkasnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi